UMKM. Foto : Medcom.id.
UMKM. Foto : Medcom.id.

Realisasi KUR dari KKP Naik Jadi Rp2,46 Triliun di Kuartal I

Ekonomi kur bri Kementerian Kelautan dan Perikanan UMKM
Insi Nantika Jelita • 27 April 2022 11:18
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat realisasi penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada kuartal I-2022 menembus Rp2,46 triliun. Jumlah tersebut meningkat 35,71 persen dibanding realisasi KUR periode yang sama tahun lalu.
 
"Tahun lalu di kuartal satu sebesar Rp1,81 triliun. Tahun ini meningkat drastis," jelas Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti dalam siaran pers, Rabu, 27 April 2022.
 
Tak hanya dari sisi nilai, penerima KUR di periode laporan juga tercatat melonjak hingga 14,14 persen dibanding tahun lalu. Artati mengungkapkan, jika tahun lalu penerima KUR 53.460 di kuartal pertama, tahun ini menjadi 61.019 debitur atau semakin banyak pelaku usaha yang mengakses pembiayaan dari negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan bidang usahanya, penyaluran KUR terbesar adalah pada usaha budidaya sebesar Rp871,38 miliar, disusul usaha pengolahan dan pemasaran sebesar Rp870,99 miliar, dan usaha penangkapan sebesar Rp547,56 miliar.
 
Kemudian dari sisi sebarannya, penyaluran KUR terbesar berturut-turut ditempati oleh Provinsi Jawa Tengah dengan Rp362,3 miliar, Jawa Timur Rp354,8 miliar, Sulawesi Selatan Rp239,4 miliar, dan Jawa Barat Rp230,9 miliar.
 
Berdasarkan skema KUR yang disalurkan KKP, sebanyak 85,1 persen mengakses KUR Mikro dengan plafon maksimal Rp100 juta, dan sisanya sebanyak 14,9 persen mengakses skema KUR Kecil dengan plafon maksimal Rp500 juta.
 
"Yang menarik ialah pertumbuhan realisasi KUR terbesar terjadi di Provinsi Sulawesi Utara yaitu 92,0 persen," jelas Artati.
 
Selama kuartal I-2022, Tenaga Pendamping Usaha Kelautan dan Perikanan (TPU KP) telah melakukan pendataan dan pembinaan kepada 1.382 pelaku usaha dengan realisasi pembiayaan sebesar Rp3,67 miliar dari berbagai sumber pembiayaan. Ini disalurkan kepada 179 pelaku usaha.
 
Selain itu, Ditjen PDSPKP memfasilitasi perluasan KUR Klaster di kawasan sentra Udang Windu di Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Pinrang, bekerja sama dengan Bank BRI dan PT Alter Trade Indonesia (Atina) selaku eksportir udang.
 
"Total potensi pembiayaan di dua lokasi ini adalah sebanyak 1.385 petambak udang windu tradisional," pungkas Artati.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif