Di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), realisasi penyaluran BLT minyak goreng oleh PT Pos Indonesia mencapai 98,88 persen (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
Di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), realisasi penyaluran BLT minyak goreng oleh PT Pos Indonesia mencapai 98,88 persen (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

BLT Minyak Goreng di Tangsel Telah Tersalurkan 98,88 Persen

Ekonomi minyak goreng pos indonesia Bansos BLT Minyak Goreng
Rosa Anggreati • 24 April 2022 15:17
Tangerang Selatan: Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng masih terus dilakukan oleh PT Pos Indonesia (Persero) untuk mengejar target sebelum Lebaran. Di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), realisasi penyaluran mencapai 98,88 persen.
 
"Di Tangerang Selatan alokasi untuk 19.421 keluarga penerima manfaat (KPM), telah terealisasikan 98,88  persen per 21 April 2022," kata Prima Akbar Kurnia, Satgas Bantuan Subsidi Minyak Goreng dan Program Sembako Tangsel.
 
Untuk mendukung percepatan penyaluran dilakukan melalui tiga metode, yaitu disalurkan di Kantor Pos, melalui komunitas, dan diantarkan langsung ke rumah KPM atau door to door.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Fokus kami ke komunitas dengan serapan tinggi. Apabila KPM tidak bisa datang sesuai jadwal di komunitas, maka ia dipersilakan datang ke Kantor Pos untuk pengambilan susulan. Sementara, KPM lansia atau sedang sakit dilakukan pengantaran door to door," ujar Prima.
 
Mengenai target penyaluran sebelum Idulfitri, Prima optimistis akan tercapai.
 
"Optimistis mencapai target penyaluran. Kami bekerja sama dengan kelurahan untuk mempercepat penyaluran, dan Babinsa membantu mengamankan penyaluran bantuan," katanya.
 
Irwan Maulana, petugas juru bayar dari Kantor Pos Cabang Ciputat, Tangsel, menyebutkan telah menyalurkan BLT minyak goreng kepada lebih dari 3 ribu KPM. 
 
"Bantuan tidak dipotong sepeser pun. Warga tidak dianjurkan beli di suatu tempat tertentu, bebas belanja di mana saja," kata Irwan.
 
Petugas juru bayar lainnya, Tri Hariadi yang berasal dari Kantor Pos Cabang Tangsel menyebutkan kesulitan yang kerap dialaminya saat mengantarkan bansos ke rumah KPM.
 
"Saya bertugas mengantarkan door to door kepada KPM yang berhalangan hadir ke Kantor Pos karena sakit dan lansia. Kesulitannya jika alamat tidak lengkap, misalnya tidak ada nomor rumah. Saya bekerja sama dengan lurah, RT/RW sehingga memudahkan mencari alamat rumah KPM," tutur Tri.
 
Saat mengantarkan bantuan, Tri tetap menaati protokol kesehatan, yaitu memakai masker, face shield, handsanitizer, dan menjaga jarak.
 
Sementara itu ditemui di lokasi berbeda, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menjelaskan warga Tangsel sangat terbantu dengan penyaluran BLT minyak goreng bansos sembako senilai total Rp500 ribu.
 
"Alhamdulillah kami menyambut baik BLT minyak goreng. Di Tangsel periode April-Juni lebih dari 19 ribu KPM. Bantuan ini meringankan beban masyarakat di tengah bulan Ramadan. Apalagi kondisi saat ini terjadi kenaikan sembako, terutama minyak goreng. Kami harap ada stabilitas harga dari kementerian terkait. Sebab, konsumsi saat ini sedang tinggi karena Ramadan dan jelang Idulfitri," kata Pilar Saga.
 
BLT minyak goreng dan bansos sembako disebutkan Pilar Saga cukup efektif membantu perbaikan ekonomi. Terlebih saat ini angka positif covid-19 mengalami penurunan. Hal tersebut turut berdampak terhadap pertumbuhan perekonomian yang mulai menggeliat.
 
"Pada masa pandemi angka kemiskinan di Kota Tangsel mengalami kenaikan 2-4 persen. Dengan menurunnya angka covid-19 dan diberlakukannya PPKM level 2, alhamdulillah terjadi pertumbuhan ekonomi dari semula -1 persen menjadi 4 persen," ucapnya. 
 
Pilar Saga mengapresiasi langkah tanggap pemerintah membantu masyarakat melalui penyaluran BLT minyak goreng dan bansos sembako.
 
"Operasi pasar murah dan BLT minyak goreng menjadi langkah yang tepat untuk membantu permasalahan kenaikan harga minyak goreng dan sembako," katanya.
 
BLT Minyak Goreng di Tangsel Telah Tersalurkan 98,88 Persen


Antusiasme KPM


Penyaluran BLT minyak goreng dan bansos sembako sangat dinantikan oleh masyarakat. Salah satunya, Sarnah (48 tahun), KPM Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Tangsel.
 
"Alhamdulillah mendapat bantuan Rp500 ribu bisa untuk membeli minyak goreng dan beras. Senang banget dibantu pemerintah karena harga minyak goreng mahal. Saya belanjanya di warung dekat rumah supaya membantu perekonomian tetangga juga," kata Sarnah.
 
Nursiah (70 tahun), KPM Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Tangsel, tak kalah senang. Lansia yang hidup seorang diri ini sehari-hari berjualan nasi uduk dan gorengan. 
 
"Sekarang dagangan sedang sepi. Sehari dapat Rp50 ribu, minimal Rp30 ribu kalau lagi sepi. Saya hidup sendiri karena anak-anak sudah menikah. Saya senang sekali mendapat bantuan ini. Alhamdulillah, perasaannya lega karena bisa untuk modal berdagang dan membayar utang kontrakan, sisanya untuk makan," kata Nursiah.
 
Nursiah mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas pemberian BLT minyak goreng.
 
"Terima kasih kepada Pak Jokowi, bantuannya sudah saya terima. Tolong Pak Jokowi harga sembako diturunkan, kasihan rakyat dan saya juga. Terima kasih untuk Pos Indonesia yang sudah menyalurkan bantuan," katanya.
 
Sementara, Aryanti yang menerima bantuan mewakili orang tuanya Yayah hodariah (51 tahun), warga Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Tangsel, akan menggunakan uang bansos untuk menambah modal berdagang.
 
"Saya mewakili ibu mengambil bantuan. Sehari-hari saya dan ibu berjualan nasi uduk, saat Ramadan berjualan takjil. Penghasilan sehari Rp50-100 ribu. Uang bantuan ini akan dipakai untuk membeli sembako dan modal berjualan. Alhamdulillah senang dapat bantuan, bisa untuk tambahan beli minyak goreng untuk berjualan," kata Aryanti.
 
KPM lainnya, Ariah (71 tahun), warga Kelurahan  Kedaung, Kecamatan Pamulang, Tangsel, menerima BLT minyak goreng dengan cara diantarkan langsung ke rumah oleh petugas juru bayar, atau door to door.
 
"Saya kesulitan mendapatkan minyak goreng karena harga mahal dan sempat langka. Alhamdulillah, saya bersyukur menerima bantuan. Petugas Pos datang mengantar ke rumah. Bantuan tidak dipotong, saya menerima Rp500 ribu," kata Ariah.
 
Ariah berharap bantuan serupa akan tetap diberikan oleh pemerintah, karena sangat membantu warga kurang mampu seperti dirinya.
 
"Mudah-mudahan pemerintah selalu bisa membantu rakyat yang kesusahan. Terima kasih Pak Jokowi, dan Pos Indonesia bantuannya diantar ke rumah," katanya.
 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif