Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Produsen Rapid Test Antigen RI Menang Sengketa Hak Merek Lawan Perusahaan Asing

Ekonomi covid-19 pandemi covid-19 tes PCR Tes Antigen
Angga Bratadharma • 24 Desember 2021 14:29
Jakarta: PT Taishan Alkes Indonesia akhirnya memenangkan sengketa hak merek melawan perusahaan asing, Hangzhou Clongene Biotech Co Ltd. Kemenangan perusahaan lokal Indonesia ini tertuang dalam putusan dengan perkara No. 53/Pdt.Sus-merek/2021/PN.Niaga.Jkt.Ps yang dibacakan majelis hakim secara bergantian.
 
"Menolak gugatan Hangzhou untuk seluruhnya," ujar Ketua Majelis Hakim Mochammad Djoenaidie, saat membacakan amar putusan di Ruang R Soebekti 1 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 24 Desember 2021.
 
Sidang ini juga dihadiri Hakim Kadarisman Al Riskandar Heru Hanindyo. Dalam pertimbangannya, Majelis Hakim mengatakan, penggunaan rapid test antigen merek Clungene Ind dan Taishan Indonesia diajukan sesuai dengan hukum yang mengaturnya. Hal ini telah sepengetahuan dan memperoleh izin dari penggugat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Secara hukum merek rapid test yang bernama Clungene yang tentunya tergugat tidak dapat dikualifikasikan melanggar atas merek Clungene milik tergugat," ujar Majelis Hakim.
 
Sementara itu, Direktur Taishan Alkes Indonesia Eiko Sihombing menyambut gembira dengan keputusan ini. Menurutnya, palu yang diketok majelis hakim ini mengonfirmasikan keadilan dan kebenaran benar-benar ditegakan serta diungkap dengan sebenar-benarnya dan seadil-adilnya.
 
"Kami selaku produsen rapid test antigen dalam negeri dengan merek Taishan Indonesia dan Clungen Ind mengucap rasa syukur yang tak terhingga kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memberikan apresiasi yang tak terhingga kepada Majelis Hakim yang telah memeriksa dan memutus secara arif dan bijaksana atas perkara ini," ujar Eiko.
 
Kuasa hukum Taishan Indonesia, Beny Nurhadi menceritakan perkara ini bermula dari adanya kerja sama antara Taishan dengan Hangzhou Clongene untuk membuat merek baru dengan nama Clungene Indonesia. Namun karena satu dan lain hal disingkat menjadi Clungene Ind.
 
Penggantian tersebut sesungguhnya telah disetujui oleh kedua belah pihak dengan membubuhkan tandatangan di surat kuasa pendaftaran merek yang dilakukan oleh Konsultan HAKI. Akan tetapi, entah mengapa belakangan Hangzhou menyangkali itu semua.
 
"Adapun Hak Merek dengan No Pendaftaran IDM000715598 yang dimiliki oleh Hangzhou sepengetahuan kami tidak ada produk yang dipasarkan dalam bentuk apapun di pasaran sehingga dasar pengajuan pelanggaran mereknya pun tidak jelas," ujar Beny.
 
Eiko menduga gugatan yang dilakukan Hangzhou bukan mengenai adanya pelanggaran merek sebagaimana isi gugatannya. Namun, tambahnya, gugatan ini ada muatan ekonomi yang lebih besar karena produk impor merasa tersaingi dengan adanya produk rapid test antigen lokal yang diproduksi Taishan Indonesia.
 
"Kami juga dapat menekan harga jual dengan rendah mencapai 300-400 persen dari harga awal sehingga mampu terjangkau oleh semua lapisan masyarakat Indonesia, di samping itu tenaga kerja yang kami serap lebih dari 1.000 di luar industri lokal pendukung produksi kami," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif