Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menjalin kerja sama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI. Foto : LPDB.
Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menjalin kerja sama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI. Foto : LPDB.

LPDB-KUMKM Gandeng KBI untuk Memudahkan Penjaminan Pembiayaan Koperasi

Ekonomi ekspor Kliring Berjangka Indonesia
Eko Nordiansyah • 17 November 2020 18:46
Jakarta: Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menjalin kerja sama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI. Ini sebagai upaya membantu percepatan dan perluasan jangkauan penyaluran dana bergulir.
 
Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, kerja sama ini juga dilakukan sebagai bentuk perwujudan LPDB-KUMKM sebagai lembaga inklusif yang berarti terbuka dalam menjalin kerjasama mewujudkan Tri Sukses LPDB, yaitu: Sukses Penyaluran, Sukses Pemanfaatan dan Sukses Pengembalian.
 
"Kerja sama ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemudahan dalam memberikan akses pinjaman/pembiayaan bagi koperasi yang memiliki keterbatasan jaminan, maka LPDB KUMKM bekerjasama dengan PT KBI, agar koperasi dapat memanfaatkan Jaminan Resi Gudang dalam mengakses pinjaman pembiayaan dana bergulir," kata Supomo dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 17 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan kerja sama ini ia berharap, LPDB KUMKM dapat mempercepat pemulihan daya saing koperasi dan UMKM akibat pandemi covid-19 ini. Tak hanya itu, Supomo juga berharap melalui kerjasama LPDB KUMKM dengan KBI ini kedepannya akan memudahkan jalan untuk kemaslahatan rakyat Indonesia.
 
Di tempat sama, Direktur Utama PT KBI Fajar Wibhiyadi mengungkapkan, penandatanganan MoU ini ke depan dapat meningkatkan ekosistem, serta pemanfaatan dan pembiayaan dalam Sistem Resi Gudang di Indonesia. Selain itu, apa yang dilakukan KBI kali ini sejalan dengan perannya sebagai BUMN, yaitu sebagai akselerator ekonomi masyarakat.
 
"Harapannya, ke depan dapat meningkatkan minat petani, pemilik komoditas serta koperasi untuk memanfaatkan Resi Gudang," ungkap Fajar.
 
KBI sendiri merupakan lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk berperan sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang. Terkait Resi Gudang di Indonesia, data KBI sampai dengan kuartal III-2020 menunjukkan pertumbuhan nilai pembiayaan sebesar 36 persen dibandingkan dengan kuartal III-2019 lalu.
 
Sampai dengan akhir September 2020, tercatat penerbitan Resi Gudang sebanyak 259, dengan nilai pembiayaan sebesar Rp56,81 miliar. Untuk periode yang sama di tahun lalu, tercatat penerbitan Resi Gudang sebanyak 299, dengan nilai pembiayaan Rp41,78 miliar.
 
"Kita tahu, dengan memanfaatkan Resi Gudang, masyarakat pemilik komoditas akan mampu menjaga kestabilan harga, yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf ekonominya," papar Fajar.
 
Penandatanganan MoU kerja sama kemitraan strategis yang dihadiri oleh para direksi dari kedua belah pihak ini juga diharapkan akan dapat mengoptimalkan potensi penyaluran dana pembiayaan Resi Gudang bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif