Ilustrasi Kemananan Data. Foto : Medcom.id..
Ilustrasi Kemananan Data. Foto : Medcom.id..

Cegah Kebocoran, Pelaku Bisnis Perlu Memperkuat Perlindungan Data di Era Digital

Ekonomi bisnis e-commerce industri digital perlindungan data pribadi
Eko Nordiansyah • 09 November 2020 20:38
Jakarta: Pelaku usaha di Indonesia disarankan untuk memperkuat perlindungan datanya demi mempertahankan diri dari semua ancaman siber modern. Apalagi saat ini keamanan data menjadi penting untuk mencegah terjadinya kebocoran data.
 
Belakangan kasus pembobolan data menjadi marak di Indonesia. Terbaru data pengguna dari salah satu perusahaan e-commerce dicuri oleh kelompok peretas. Tak hanya di dalam negeri, pelanggaran data pribadi ini juga terjadi di luar negeri.
 
Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Mariam F. Barata mengatakan kasus pelanggaran data pribadi yang memberikan dampak kerugian yang signifikan bagi masyarakat. Menurut dia, kebocoran data ini disebabkan oleh berbagai hal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kebocoran data itu disebabkan oleh serangan siber, human error (negligent insider), outsourcing data ke pihak ketiga, kesengajaan perbuatan orang dalam, kegagalan sistem, rendahnya awareness, dan tidak peduli dengan kewajiban regulasi. Jika dikelompokkan kebocoran data itu hampir 96 persen disebabkan oleh insiden siber," kata dia dalam keterangan resminya, Senin, 9 November 2020.
 
Untuk itu, ia menambahkan, Rancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi merupakan instrumen hukum yang disusun untuk melindungi data pribadi warga negara dari praktik penyalahgunaan data pribadi. Dengan hadirnya, RUU ini diharapkan bisa menjadi payung hukum untuk perlindungan data masyarakat.
 
"RUU Perlindungan Data Pribadi memberikan landasan hukum bagi Indonesia untuk menjaga kedaulatan negara, keamanan negara, dan perlindungan terhadap data pribadi milik warga negara Indonesia dimanapun data pribadi tersebut berada," jelas dia.
 
Penyedia layanan perlindungan siber, Acronis meluncurkan Acronis Cyber Protect 15 bagi pengguna di Indonesia. Acronis Cyber Protect bisa menjadi solusi perlindungan dunia maya unik yang diperkuat dengan kecerdasan (artificial intelligence) buatan yang dapat mengintegrasikan backup, disaster recovery, antimalware generasi baru, keamanan siber, dan perangkat endpoint manajemen seperti penilaian kerentanan, filter URL, dan manajemen patch ke dalam satu layanan.
 
General Manager Acronis Asia Pacific Neil Morarji mengatakan sudut pandang dunia maya telah berubah secara dramatis selama beberapa tahun terakhir. Terlebih lagi dengan pandemi covid-19, hal ini terus membuka celah antara strategi dengan solusi yang selama ini dijalankan.
 
"Acronis Cyber Protect 15 hadir saat bisnis berjuang keras untuk melindungi data dan infrastruktur mereka dari risiko realitas kerja jarak jauh saat ini. Dengan Acronis Cyber Protect 15, organisasi dapat melindungi diri dari ancaman dunia maya modern," ungkapnya.
 
Sementara itu, Managing Director Optima Refany Iskandar menyebutkan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung Acronis maju bersama di Indonesia. Sejak diluncurkannya Acronis di Indonesia pada awal 2019 lalu, layanan keamanan siber yang diberikan sudah banyak dimanfaatkan oleh pelaku bisnis maupun individu.
 
"Sejak awal 2019 diluncurkannya Acronis di Indonesia, hingga saat ini telah banyak perusahaan besar maupun UMKM yang menggunakan produk-produk dari Acronis, selain itu Optima juga membangun kerjasama dengan ratusan reseller sebagai perpanjangan tangan kami di pasar," pungkas dia.  
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif