Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani. Foto : Medcom/Husen M.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani. Foto : Medcom/Husen M.

Dunia Usaha Menilai UU Cipta Kerja Dukung Pemulihan Ekonomi

Ekonomi Kadin Ekonomi Indonesia UU Cipta Kerja
Annisa ayu artanti • 18 Oktober 2020 14:43
Jakarta: Dunia usaha menilai Undang-Undang Cipta Kerja sebagai kebijakan yang strategis dan sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional terutama pada masa pandemi dan pasca covid-19.
 
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan adanya dinamika perubahan ekonomi global memerlukan respon yang cepat dan tepat.
 
Menurutnya, Undang-Undang Cipta Kerja menjadi salah satu jawaban untuk merespon dinamika tersebut dan memecahkan kendala utama dalam pertumbuhan ekonomi selama ini, yakni regulasi yang terlalu banyak, tumpang tindih dan sebagian bertentangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua pihak harus melihat kepentingan secara luas bukan kepentingan pengusaha atau pekerja saja, tetapi juga kepentingan orang yang tidak atau belum bekerja," kata Rosan dalam keterangan tertulis yang diperoleh Medcom.id, Minggu, 18 Oktober 2020.
 
Ia memandang selama ini belum banyak pihak yang menyuarakan kepentingan pengangguran. Padahal, penciptaan lapangan kerja tersebut akan mendorong peningkatan konsumsi dikisaran 5,4 persen sampai 5,6 persen.
 
Undang-Undang Cipta Kerja yang baru disahkan tersebut diharapkan akan mengubah struktur ekonomi untuk mendorong pertumbuhan mencapai 5,7 persen sampai enam persen.
 
"Undang-Undang ini hadir untuk meningkatan kompetensi pencari kerja, kesejahteraan pekerja dan mewujudkan lapangan kerja yang berkualitas di Indonesia," sebutnya.
 
Lebih lanjut, ia menyebutkan setiap tahunnya terdapat sekitar 2,92 juta penduduk usia kerja baru yang masuk pasar kerja sehingga kebutuhan atas lapangan kerja baru sangat mendesak.
 
Dari penduduk tersebut, sebanyak 87 persen yang hanya memiliki tingkat pendidikan setingkat SMA ke bawah, dan 38,9 persen yang berpendidikan sekolah dasar sehingga penciptaan lapangan kerja baru sangat diperlukan khususnya di sektor padat karya.
 
“Bagaimanapun, penciptaan lapangan kerja harus dilakukan, yakni dengan mendorong peningkatan investasi sebesar 6,6 persen sampai tujuh persen untuk membangun usaha baru atau mengembangkan usaha eksisting,” ujarnya.
 
Adapun penciptaan lapangan Kerja yang baru tidak hanya didorong dari investasi yang berasal dari dalam negeri. Rosan menambahkan, Undang-Undang Cipta Kerja juga memberi kenyamanan FDI (Foreign Direct Investment) untuk masuk dan menciptakan lapangan kerja.
 
“FDI penting di semua tahap partisipasi Global Value Chain (GVC). Ini membutuhkan keterbukaan, perlindungan investor, serta stabilitas, iklim bisnis yang mendukung," pungkasnya.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif