Menteri BUMN Erick Thohir: Foto: dok Biro Pers Istana Kepresidenan.
Menteri BUMN Erick Thohir: Foto: dok Biro Pers Istana Kepresidenan.

Hasil Erick ke Swiss, Produsen Gerbong Kereta Api Buka Kantor di Indonesia

Ekonomi pt kai indonesia-swiss Erick Thohir
Marcheilla Ariesta • 16 Oktober 2020 21:42
Jenewa: Produsen gerbong kereta api Swiss, Stadler akan membuka kantor pusat di Indonesia. Pembukaan kantor Stadler merupakan hasil baik dari lawatan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ke Bern, Swiss.
 
"Kemarin di Swiss, Alhamdulillah juga kita bisa mengangkat PT KAI menjadi pemain regional," ujar Erick dalam jumpa pers virtual, Jumat, 16 Oktober 2020.
 
"Stadler akan memastikan membuat kantor pusat untuk regional Asia dan Oceania di Indonesia," imbuh Erick.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan dirinya bersepakat dengan Stadler bahwa dengan partnership group bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan bersama-sama membangun pabrik. Kantor pusat Stadler itu akan dibangun untuk memastikan cara suplai dan membuat gerbong kereta api.
 
"Karena ini, kita sangat mengapresiasi kepercayaan internasional kepada kita dan kita memastikan bahwa akan banyak lagi perusahaan BUMN yang bisa berkualitas global maupun regional.
 
Sementara itu, dalam pertemuan bilateral Indonesia-Swiss, Menlu Retno mengharapkan agar ratifikasi IE-CEPA dari pihak Swiss dapat segera dilakukan. Indonesia, kata Retno, juga berharap agar negosiasi perjanjian investasi bilateral dapat selesai paling lambat awal 2021.
 
"Bagi pengusaha Swiss, Indonesia tetap merupakan negara yang atraktif dan menjadi tujuan bisnis mereka di Asia," ucap Retno.
 
Ia menambahkan jika Swiss merupakan salah satu mitra penting investasi Indonesia. Swiss menduduki peringkat keempat investor asing terbesar dari Eropa di Indonesia.
 
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi Swiss di Indonesia secara kumulatif dalam periode 2015-2019 tercatat sebesar USD1,42 miliar dalam 1.097 proyek.
 
Perdagangan kedua negara juga menunjukkan tren positif. Di saat pandemi, hingga Juli 2020, nilai perdagangan kedua negara capai USD2,1 miliar. Angka ini bahkan telah melewati nilai perdagangan 2019 yakni sebesar USD900 juta.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif