Mangrove. Foto : MI.
Mangrove. Foto : MI.

Pupuk Kaltim Genjot Ekonomi Masyarakat Lewat Pengembangan Mangrove

Ekonomi pupuk Ekonomi Indonesia
Husen Miftahudin • 04 September 2021 13:48
Jakarta: PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) berkomitmen untuk menggenjot perekonomian masyarakat melalui program Konservasi dan Diversifikasi Mangrove serta Budidaya Kepiting (Server Mang Budi). Program ini berfokus pada pembibitan, penanaman, dan perawatan mangrove secara berkala untuk memaksimalkan perluasan area konservasi mangrove.
 
Server Mang Budi merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi mangrove di sekitar perusahaan, yang diinisiasi sejak 2017. Upaya tersebut membuat Pupuk Kaltim meraih penghargaan Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2021 kategori Social Empowerment yang merupakan penghargaan di bidang CSR untuk skala internasional.
 
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi mengungkapkan Server Mang Budi dikelola kelompok Telok Bangko binaan perusahaan di Kelurahan Loktuan Bontang Utara. Masyarakat dibekali berbagai pelatihan dan pendampingan untuk memaksimalkan peluang ekonomi, sekaligus memperluas penerima manfaat dengan pengembangan area budi daya mangrove menjadi kawasan wisata berbasis konservasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program ini merupakan wujud kesinambungan komitmen PKT untuk memperluas konservasi mangrove yang telah berjalan selama 12 tahun, sejak diinisiasi pada 2009. Sejauh ini PKT telah menanam lebih dari 310 ribu bibit mangrove di dua lokasi, yakni perairan Kedindingan Kota Bontang yang mencapai 152 ribu bibit, dilanjutkan di area HGB 65 Kelurahan Loktuan yang dikelola Kelompok Telok Bangko mulai 2018.
 
"Kelompok binaan terdiri dari masyarakat di sekitar perusahaan yang tidak memiliki pekerjaan, dengan jumlah anggota saat ini 16 orang. Mereka dibekali pengetahuan untuk pengelolaan mangrove hingga mampu menanam sekitar 25 ribu sampai 40 ribu bibit setiap tahun," ujar Rahmad dalam siaran persnya, Sabtu, 4 September 2021.
 
Untuk memaksimalkan program, jelasnya, Pupuk Kaltim melakukan peningkatan kapasitas serta kemampuan anggota kelompok Telok Bangko secara berkesinambungan, sehingga sasaran pemberdayaan memberi dampak yang lebih signifikan terhadap taraf hidup dan perekonomian anggota.
 
Adapun peningkatan kapasitas kelompok Telok Bangko berupa pelatihan pembibitan mangrove mulai dasar, seperti proses pencarian bibit mangrove, pembuatan media, pembibitan dalam polybag, perawatan bibit, hingga penanaman di area yang ditentukan. Jenis mangrove yang ditanam meliputi Rhizopora Apiculata, Rhizopora Mucronata, Ceriops Tagal, Bruguiera Gymnorrhiza, Bruguiera Sexangula, Ceriops Tagal, dan Avicennia Marina.
 
Anggota kelompok binaan juga dibekali kemampuan penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP) mangrove, serta pendampingan pembibitan hingga diversifikasi produk. Bahkan sejak 2020, kelompok ini telah mampu melayani permintaan bibit mangrove dari berbagai pihak, baik lingkup perusahaan hingga Pemerintah.
 
"Tingginya permintaan bibit mangrove menjadi peluang ekonomi baru bagi kelompok Telok Bangko untuk meningkatkan pendapatan secara ekonomi," lanjut Rahmad.
 
Potensi pengembangan HGB 65 pun dilirik Pupuk Kaltim dengan menjadikan kawasan itu sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kota Bontang berbasis konservasi, sekaligus mengoptimalkan manfaat melalui diversifikasi produk dan usaha turunan dengan sumber daya mangrove sebagai bahan baku.
 
Pengembangan kawasan juga dilakukan di Telok Bangko, utamanya infrastruktur pendukung ekowisata seperti gapura untuk penanda masuk, track jalan di sepanjang area mangrove, hingga fasilitas gazebo dan toilet bagi pengunjung. Untuk menambah daya tarik wisata, PKT juga membangun area photobooth untuk memaksimalkan potensi wisata dan menarik minat masyarakat.
 
Konsep ini diharap mampu menyediakan kegiatan wisata yang memberi manfaat secara pengetahuan bagi pengunjung, disamping meningkatkan kualitas lingkungan serta mendorong kesejahteraan dan kemandirian masyarakat sekitar.
 
"Konsep inilah yang kita kembangkan agar area konservasi tak hanya menjual keindahan, tapi juga menjadi sarana pengetahuan dan peluang ekonomi bagi masyarakat," terangnya.
 
Target penanaman setiap tahun juga terus dimaksimalkan, melihat produktivitas angota kelompok Telok Bangko yang terbilang tinggi. Bahkan pada 2020, kelompok ini berhasil menanam 43 ribu bibit di kawasan HGB 65, dengan total mangrove saat ini mencapai 161.167 bibit.
 
"Mengingat kesejahteraan masyarakat juga fokus dari pengembangan Server Mang Budi, pendampingan akan terus difokuskan PKT untuk memperkuat kapasitas kelompok binaan,” pungkas Rahmad.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif