Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono. Foto: Dok. KKP
Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono. Foto: Dok. KKP

RI Ingin Perkuat Kerja Sama Kelautan dan Perikanan dengan Prancis

Suci Sedya Utami • 19 Mei 2021 16:18
Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ingin memperkuat kerja sama di sektor kelautan dan perikanan antara Indonesia dengan Prancis.
 
Hal tersebut ia utarakan saat menerima kunjungan Duta Besar Prancis Olivier Chambard di Kantor Kementerian KKP, Jakarta Pusat. Penguatan kerja sama antara lain melalui komitmen kedua negara terkait kesehatan laut, salah satunya dengan merehabilitasi wilayah pesisir.
 
"Kita sangat concern soal ocean health, juga soal pesisir, kita rehabilitasi dengan menanam mangrove, itu menjadi target kita," kata Trenggono, Rabu, 19 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Trenggono mengatakan ekonomi bisa maju bersamaan dengan mempertahankan kesehatan laut. Ia berkomitmen membangun sektor kelautan dan perikanan dengan mengimplementasikan ekonomi biru. Sisi keberlanjutan ekologi dan kesejahteraan menjadi fokusnya dalam membangun sektor ini.
 
Sementara itu, Oliver mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh KKP. Ia menyampaikan Prancis pun ingin berkontribusi dalam menyelamatkan wilayah pesisir bersamaan dengan peningkatan perekonomian masyarakat, dan mengurangi efek rumah kaca.
 
Selain itu penguatan kerja sama yang ingin ditingkatkan dalam hal pembangunan eco-fishing port, integrasi pelabuhan perikanan dan pasar ikan internasional, pengembangan shrimp estate, real time sea use monitoring system untuk manajemen ruang laut, hingga dana hibah untuk riset.
 
Pada 2017, Indonesia dan Prancis telah menandatangani Letter of Intent (LoI) dalam rangka kerja sama kelautan dan perikanan. Kerja sama tersebut meliputi pencegahan, penghalangan dan penghapusan IUU Fishing, promosi investasi pengolahan produk perikanan, perluasan akses pasar bagi produk perikanan Indonesia, hingga pertukaran informasi dan teknologi.
 
Selain itu, MoU tentang Kerja Sama Riset Kelautan dan Perikanan antara BRSDM KKP dan IRD (Research Institute for Development) Prancis telah dijalin pada 2019 sebagai perjanjian turunan dari Lol tersebut.
 
Terbaru, the Agence Française de Développement (AFD) Prancis dengan Ditjen Perikanan Tangkap KKP telah membidik beberapa pelabuhan untuk dikembangkan menjadi eco-fishing port. AFD bahkan telah melakukan feasibility study di beberapa pelabuhan tersebut. Program ini pun telah tercantum dalam Green Book/DRPPLN (Dokumen Rencana Pemanfaatan Pinjaman Luar Negeri) Tahun 2020 sesuai Kepmen PPN/Bappenas Nomor 65 Tahun 2020. Hal ini sesuai dengan visi Menteri Trenggono untuk menciptakan pelabuhan yang higienis.
 
Menteri Trenggono berharap kerja sama riset dan pembangunan kapasitas serta transfer teknologi yang telah dijalin oleh Indonesia dan Prancis dapat terus ditingkatkan oleh kedua belah pihak, baik antara KKP dengan AFD dan IRD, maupun dengan kementerian/lembaga Prancis lainnya.
 
Selain membahas kerja sama yang ingin dijalin antara KKP dan Prancis, Duta Besar Prancis pun mengungkapkan rencana Menteri Kelautan Prancis, Annick Girardin untuk mengunjungi Indonesia, salah satunya untuk bertemu dengan Trenggono dalam rangka penguatan kerja sama kelautan dan perikanan.
 
Bentuk-bentuk kegiatan kerja sama kelautan dan perikanan yang akan dijalin oleh Indonesia dan Prancis diharapkan dapat disepakati pada pertemuan mendatang.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif