Ilustrasi truk berbahan bakar CNG. Foto: Subholding Gas
Ilustrasi truk berbahan bakar CNG. Foto: Subholding Gas

Pakai Bahan Bakar Ini, Ojol hingga Sopir Truk Bisa Hemat Jutaan Rupiah

Annisa ayu artanti • 31 Januari 2023 19:59
Jakarta: Penggunaan bahan bakar ramah lingkungan untuk kendaraan kini bersaing satu sama lain untuk mengambil hati pengguna.
 
Ada yang bilang pakai kendaraan berbahan bakar listrik lebih murah, ada yang bilang menggunakan BBM dengan kadar RON tinggi bisa membantu menyelamatkan lingkungan, dan ada juga yang bilang menggunakan bahan bakar gas untuk kendaraan jauh lebih hemat dan mengimplementasikan penggunaan energi bersih.
 
Lalu siapa yang benar-benar paling murah dan hemat serta mampu menyelamatkan lingkungan?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, penggunaan gas sebagai bahan bakar kendaraan jauh lebih murah. Sebab, pengguna tidak diharuskan membeli kendaraan baru melainkan tinggal mengkonversinya dari kendaraan berbahan bakar BBM menjadi CNG (Compressed Natural Gas). Selain itu, penggunaan CNG pada kendaraan juga dapat mendukung penurunan karbon lebih cepat.
 
"Tidak perlu beli kendaraan baru cukup dikonversi saja dengan biaya yang lebih rendah," kata Nicke dalam RDP Komisi VI DPR-RI, Selasa, 31 Januari 2023.
 
Baca juga: Cara Ini Bisa Tekan Biaya Operasional UMKM dan Sektor Komersil Lho!

Direktur Utama PGN Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto juga menjelaskan, dalam program konversi BBM ke CNG Subholding Gas Pertamina menyasar pada tiga jenis kendaraan. Mulai dari truk tangki pembawa BBM hingga ojek online (ojol).
 
Langkah awal, PGN akan mengkonversi truk tangki BBM ukuran 26 dan 32 di wilayah Jawa dan Bali sebanyak 112 unit dan dilanjutkan hingga pada 2025 hingga total sebanyak 700 truk tangki.
 
Dari program ini akan mendapat penghematan sekitar Rp260 juta per kendaraan per tahunnya dan menghemat pengurangan emisi karbon sebesar 17.355 ton CO2 emisi.
 
Selanjutnya, konversi BBM ke CNG juga akan menyasar sepeda motor pengemudi ojol. Program ini akan menjadi solusi penghematan untuk pengendara sepeda motor. Sebab harga CNG sebesar Rp4.500 liter setara pertalite jauh lebih murah dibanding Pertalite sebesar Rp10 ribu per liter.
 
"Kami banyak dapat masukan keluhan dari khususnya ojol dan yang lain-lain tentang harga BBM yang naik sekarang. Jadi PGN bukan menggantikan tapi memberikan alternatif energi," ujarnya.
 
Dari penggunaan CNG pada sepeda motor akan menghemat Rp5 juta per tahun dengan asumsi konsumsi BBM sebanyak 2,5 liter per hari. Program ini bisa mengurangi beban subsidi setara dengan Rp228 miliar per tahun dan ketergantungan impor BBM 91 ribu KL untuk 100 ribu sepeda motor
 
PGN pun menargetkan dalam lima tahun ada 100 ribu unit sepeda motor yang telah dikonversi, rencananya pilot project akan dimulai Maret 2023 di wilayah Jakarta dan Jawa Tengah.
 
Kemudian, konversi kendaraan BBM ke CNG untuk mobil pribadi. Pilot project untuk mobil pribadi berbahan bakar CNG akan dilakukan pada 1 April 2023. Efisiensi yang bisa diterima masyarakat 30 juta per mobil dengan rata-rata pemakaian 15 liter per hari.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif