Airbus jajaki kerja sama produksi komponen aerostruktur helikopter dan pesawat militer dengan PT DI. Foto: dok Airbus.
Airbus jajaki kerja sama produksi komponen aerostruktur helikopter dan pesawat militer dengan PT DI. Foto: dok Airbus.

Airbus Jajaki Kerja Sama Produksi Helikopter dengan PT Dirgantara Indonesia

Ade Hapsari Lestarini • 07 September 2022 21:35
Belitung: Airbus menjajaki kerja sama atas produksi komponen aerostruktur helikopter dan pesawat militer dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI).
 
Penandatanganan nota kesepahaman antara keduanya akan menaungi kerja sama antara Airbus Defence and Space dan Airbus Helicopters dengan PT DI dalam mengembangkan bisnis produksi komponen aerostruktur.
 
Kedua pihak akan mengembangkan peta jalan strategis yang mengedepankan daya saing masing-masing dan dukungannya untuk ekosistem penerbangan di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Airbus dan PTDI telah menjalin hubungan kerja sama yang panjang sejak 1976 yang dimulai dengan lisensi untuk memproduksi pesawat taktis NC212 dan helikopter NBO-105," ungkap President Airbus Asia-Pacific Anand Stanley, usai MoU, dalam G20 Development Ministerial Meeting Side Event bertema "Harnessing the Ecosystem of Aerospace Industry in Indonesia", Rabu, 7 September 2022.
 
Dia mengatakan, MoU yang ditandatangani hari ini adalah perpanjangan dari kemitraan yang telah terjalin selama 40 tahun serta akan mencakup berbagai jenis manufaktur dan keahlian teknik yang lebih luas.
 
Baca juga: Bidik USD500 Juta, PT Dirgantara Indonesia Gaet Airbus di Bisnis Ini

"Airbus berkomitmen untuk mempertahankan posisinya sebagai mitra terbesar Indonesia dalam industri penerbangan dan kami berharap dapat terus meningkatkan hubungan kerja sama dengan PTDI," jelasnya.
 
Kini, Airbus adalah produsen terdepan segmen helikopter di Indonesia dengan sekitar 150 helikopter aktif yang digunakan oleh lebih dari 30 operator Indonesia. Angka tersebut mencakup sepertiga dari total pasar Indonesia, yang armadanya terdiri dari helikopter bermesin tunggal, bermesin ganda, hingga yang lebih besar seperti model H225M terbaru.
 
Sementara itu, pemerintah Indonesia adalah pengguna utama pesawat militer Airbus, terutama pesawat angkut seperti C295. Saat ini, terdapat 11 C295 yang beroperasi bersama Angkatan Udara Indonesia dan Kepolisian Indonesia.
 
Pada November 2021 lalu, Kementerian Pertahanan telah memesan dua unit A400M. Dengan kemampuan angkut yang besar, pesawat multiperan ini akan berperan penting dalam berbagai misi termasuk terjun payung, transportasi kargo berat, dan misi evakuasi. Kementerian Pertahanan juga telah menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk pembelian empat A400M tambahan di masa depan.
 
Adapun dalam MoU tersebut, mewakili Airbus adalah Head of Asia-Pacific for Airbus Defence and Space Johan Pelissier, dan Head of Asia-Pacific for Airbus Helicopters, Vincent Dubrule.
 
Sementara PT DI diwakilkan oleh Direktur Utama Gita Amperiawan. Penandatanganan MoU ini juga disaksikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa dan Menteri Negara Pembangunan dan Kemitraan Internasional Prancis Chrysoula Zacharopoulou.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif