Ilustrasi. FOTO: dok MI
Ilustrasi. FOTO: dok MI

Erick Thohir: Utang Garuda Indonesia Susut hingga 50%

Antara • 05 Desember 2022 20:29
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut utang PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk susut hingga hampir 50 persen setelah upaya restrukturisasi berjalan. Diharapkan kinerja perusahaan berkode emiten GIAA itu bisa terus membaik di masa mendatang.
 
"Garuda update-nya, utang menurun signifikan, hampir 50 persen. Kita lihat secara equity pun tadinya minus 53 (persen) sekarang minus 1,5 (persen). Jadi sudah menurun jauh dari cengkeraman utang," katanya, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 5 Desember 2022.
 
Selain itu, maskapai pelat merah itu pada Juni 2022 berhasil mencetak laba bersih sebesar USD3,8 juta. Keberhasilan tersebut, menurut Erick perlu didukung dengan Penyertaan Modal Negara (PMN). Ia berharap PMN akan mendorong kinerja Garuda semakin optimal terutama menambah frekuensi penerbangan domestik yang perlu dukungan transportasi udara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya rasa akses transportasi kita yang negara kepulauan memang membutuhkan jumlah pesawat yang cukup," ucapnya.
Baca: Kemenperin Cetak 399 SDM Industri Kompeten di Bidang Tekstil

Erick menambahkan jika dibandingkan dengan Amerika Serikat yang juga negara kepulauan, Indonesia masih sangat membutuhkan banyak armada udara. Ia menjelaskan, jika AS memiliki total sekitar 7.500 unit pesawat dengan kondisi ekonomi yang mereka maka idealnya jumlah total pesawat yang beroperasi di Indonesia yaitu sekitar 750 unit.
 
"Hari ini kurang lebih masih 550 unit. Artinya ada potensi yang memang bagaimana domestik ini harus diprioritaskan," tuturnya.
 
Ia berharap PMN akan turut mendorong penambahan armada pesawat Garuda sehingga bisa mendukung layanan transportasi yang semakin meningkat. "PMN kami lakukan sehingga di tahun depan kita harapkan jumlah pesawatnya terus meningkat sehingga bisa menyeimbangi untuk melayani transportasi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh," kata Erick Thohir.
 
Sementara itu, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan Peraturan Pemerintah (PP) soal PMN telah rampung dan dana PMN diperkirakan cair di minggu ketiga Desember 2022.

 
"Kemarin kita memang mendanai perbaikan pesawat dengan PPA (PT Perusahaan Pengelolaan Aset (Persero) dan per bulan ini 80 pesawat sudah beroperasi, Garuda plus Citilink, akhir tahun 100 (armada)," tuturnya.
 
"Terlambat sedikit, 120 unit nanti beroperasi di kuartal I-2023. Full capacity 120 unit. Sehingga nanti diharapkan pada kuartal I nanti benar-benar seluruh armada bisa beroperasi penuh setelah cairnya PMN di Desember," tambahnya.
 
Tiko mengungkapkan kemungkinan baru 2024 baru akan ada penambahan armada Citilink untuk menjangkau wilayah yang lebih terpencil dan sulit. Ia menyebut Garuda akan diposisikan sebagai maskapai super premium.

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif