Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Ekawan
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Ekawan

INKA-VKTR Gandeng Barata Indonesia Kembangkan Kendaraan Listrik

Antara • 16 September 2022 07:47
Jakarta: PT Industri Kereta Api/INKA (Persero) dan PT VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR), anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), menggandeng PT Barata Indonesia (Persero) menyepakati kerja sama pengembangan dan pembuatan komponen otomotif berbasis kendaraan listrik.
 
Perjanjian Pendahuluan (Head of Agreement/HoA) antara ketiga pihak ditandatangani oleh Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko INKA Andy Budiman, Direktur Utama VKTR Gilarsi W Setijono, dan Direktur Pemasaran PT Barata Sulistyo Handoko, di Gresik, Jawa Timur.
 
"Tiga perusahaan sepakat berkolaborasi mengembangkan komponen otomotif terutama untuk kendaraan listrik dalam rangka menciptakan ekosistem industri komponen kendaraan listrik," kata Andy Budiman, dilansir dari Antara, Jumat, 16 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ruang lingkup kerja sama ketiga perusahaan tersebut meliputi, pengembangan komponen otomotif terutama untuk kendaraan listrik, pengujian performansi dan durability komponen otomotif hasil pengembangan bersama, serta implementasi komponen hasil pengembangan dalam kendaraan listrik.
Baca: Inflasi AS Masih Mendidih, The Fed Lanjutkan Pengetatan Kebijakan Moneter Agresif

"Untuk tahap pertama kolaborasinya akan diimplementasikan pada transportasi bus listrik yang dibuat oleh PT INKA (Persero)," tuturnya.
 
PT INKA (Persero) mendukung Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dan sedang memproduksi 53 unit bus listrik, di mana 30 unit di antaranya akan digunakan untuk transportasi KTT G20 dan setelah KTT G20 akan dioperasikan semuanya oleh Perum DAMRI di Bandung dan Surabaya.
 
"Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN pada bus listrik generasi pertamanya, PT INKA (Persero) sudah mencapai 42 persen dan pada tahun ini telah mencapai 60 persen TKDN dan selanjutnya sedang ditingkatkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi yang mengikutsertakan industri lokal dalam pembuatan bus listrik,” kata Andy.
 
Direktur Utama VKTR Gilarsi W Setijono mengatakan tujuan dibentuknya kerja sama strategis ini, yaitu mewujudkan ekosistem transportasi berbasis listrik dengan memadukan kompetensi serta sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing pihak.
 
Nantinya, kerja bareng kami difokuskan pada empat hal, yakni riset dan pengembangan; co-manufacture; repower atau konversi kendaraan konvensional menjadi listrik; dan pengembangan ekosistem yang berkelanjutan.
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif