Ilustrasi liburan. Foto: Freepik
Ilustrasi liburan. Foto: Freepik

Jangan Sampai Liburan Rusak! Ini Risiko Perjalanan saat Peak Season

Annisa ayu artanti • 12 Mei 2026 14:37
Ringkasnya gini..
  • Libur panjang Mei membuat risiko delay penerbangan dan bagasi hilang meningkat.
  • Keterlambatan penerbangan menjadi risiko perjalanan paling sering dialami traveler.
  • Traveler disarankan menyiapkan proteksi perjalanan untuk mengantisipasi gangguan liburan.
Jakarta: Momen libur panjang selalu jadi waktu favorit masyarakat untuk bepergian, baik ke destinasi domestik maupun luar negeri. 
 
Namun di balik meningkatnya antusiasme traveling, lonjakan jumlah penumpang juga memicu berbagai risiko perjalanan, mulai dari keterlambatan penerbangan hingga kehilangan bagasi.
 
Padatnya bandara, antrean check-in yang panjang, hingga jadwal penerbangan yang lebih dinamis menjadi pemandangan umum selama periode peak season seperti libur panjang Mei. 

Kondisi ini membuat traveler perlu lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa mengganggu kenyamanan perjalanan.
 
Data internal Allianz Indonesia dalam satu tahun terakhir menunjukkan bahwa keterlambatan penerbangan, kehilangan bagasi, dan kerusakan bagasi menjadi risiko yang paling sering dialami traveler. 
 
Baca juga: Kalender Mei 2026 Lengkap dengan Tanggal Merah, Banjir Long Weekend!

Adapun keterlambatan penerbangan menyumbang 57 persen, kehilangan bagasi dan kerusakan bagasi 20 persen, serta biaya medis atau biaya terkait medis di luar negeri akibat sakit atau kecelakaan 11 persen dari total klaim perjalanan dalam periode tersebut.
 
“Lonjakan perjalanan pada periode libur panjang bukan sekadar tren musiman, tetapi mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mobile. Namun di balik itu, risiko perjalanan juga menjadi semakin kompleks dan tidak bisa lagi dianggap sebagai hal sepele," Direktur & Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia, Ignatius Hendrawan dalam keterangan tertulis, Selasa, 12 Mei 2026.
 
Ia melanjutkan dari data itu juga menunjukkan bahwa gangguan seperti keterlambatan penerbangan dan masalah bagasi masih mendominasi. Menurutnya, ini menjadi pengingat bahwa perencanaan perjalanan yang baik perlu dilengkapi perlindungan perjalanan sejak awal.
 
Menariknya, di tengah meningkatnya minat traveling, terutama di kalangan usia produktif, tingkat kesiapan terhadap risiko perjalanan masih belum sepenuhnya sejalan. 
 
Banyak traveler telah merencanakan itinerary secara detail, namun belum mengantisipasi kemungkinan gangguan yangdapat terjadi selama perjalanan.
 
Dengan meningkatnya mobilitas saat libur panjang, berikut beberapa risiko yang sering terjadi namun kerap luput dari perhatian, serta langkah sederhana untuk mengantisipasinya:

1. Keterlambatan atau pembatalan penerbangan

Lonjakan jumlah penumpang dapat berdampak pada jadwal penerbangan yang lebih rentan berubah. Untuk mengantisipasinya, pilih jadwal penerbangan lebih awal, siapkan buffer waktu untuk koneksi, dan pantau update maskapai secara berkala.

2. Kehilangan atau keterlambatan bagasi

Kepadatan operasional bandara meningkatkan risiko bagasi tertukar, tertinggal, atau terlambat tiba. Maka dari itu, gunakan koper dengan warna atau tanda yang unik serta beri label identitas yang jelas untuk mempermudah mengenal bagasi. 
 
Jangan lupa juga untuk foto koper atau bagasi sebelum check-in, serta menyimpan barang penting bersama anda kabin (carry on).

3. Gangguan kesehatan saat bepergian

Perubahan cuaca, kelelahan, hingga makanan yang tidak cocok dapat memicu kondisi kesehatan tertentu. Membawa obat pribadi, jaga kondisi tubuh sebelum perjalanan, dan pahami akses fasilitas kesehatan di destinasi dapat membantu meminimalkan risiko gangguan kesehatan selama perjalanan.

4. Perubahan otinerary mendadak

Cuaca, kondisi operasional, atau faktor eksternal lain dapat memengaruhi rencana perjalanan. Siapkan rencana alternatif dan fleksibilitas jadwal, terutama untuk perjalanan singkat sebagai antisipasi jika ada perubahan selama perjalanan. 
 
“Traveling seharusnya menjadi momen yang menyenangkan. Untuk itu proteksi perjalanan bukan hanya menjadi opsi tambahan, tetapi harus menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap rencana perjalanan. Kesiapan menghadapi risiko akan memberikan peace of mind dan pengalaman perjalanan yang menyenangkan sehingga tujuan traveling tercapai,” tutur Ignatius.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan