Batam: Pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah di Kota Batam sejak Senin pagi mengganggu kegiatan usaha dan aktivitas masyarakat. Gangguan yang masih berlangsung hingga Selasa siang itu menyebabkan operasional sejumlah tempat usaha tersendat, pekerjaan tertunda, hingga jaringan komunikasi ikut terganggu.
Dampak pemadaman paling dirasakan pelaku usaha yang membutuhkan pasokan listrik dan koneksi komunikasi untuk menjalankan kegiatan sehari-hari. Di kawasan Batam Center, misalnya, sejumlah pekerjaan terpaksa terhenti karena mesin tidak dapat digunakan dan jaringan telepon seluler mengalami gangguan.
Salah satu pelaku usaha di Batam Center, Steven, mengatakan kondisi tersebut membuat aktivitas kerjanya kacau. Ia kesulitan menyelesaikan pekerjaan karena tidak dapat mengandalkan jaringan komunikasi untuk menunjang operasional.
“Nggak bisa ngapa-ngapain buat kerja. Jaringan hilang, telepon pun nggak bisa, akhirnya semua kerjaan berantakan,” ujar Steven dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu, 14 Oktober 2026.
Menurut Steven, gangguan pasokan listrik mulai dirasakan sejak Senin pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Pemadaman yang berlangsung berjam-jam tersebut membuat pelaku usaha kesulitan menjalankan kegiatan secara normal.
“Dari semalam, Pak, dari semalam sekitar jam berapa ya subuh jam 06.30 gitulah,” katanya.
Gangguan listrik tidak hanya memengaruhi kegiatan usaha, tetapi juga berdampak pada layanan yang dibutuhkan masyarakat. Pasokan air bersih dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam dilaporkan tidak mengalir, sementara gangguan jaringan seluler menyulitkan komunikasi.
Situasi ini turut memengaruhi aktivitas perusahaan di Batam. Sejumlah perusahaan dilaporkan mengambil langkah memulangkan karyawan karena kegiatan operasional tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Terhentinya aktivitas produksi maupun pekerjaan berpotensi menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha, terutama ketika kegiatan bisnis bergantung pada ketersediaan listrik dan jaringan komunikasi.
Hingga Selasa siang, pemadaman masih terjadi di sejumlah wilayah Batam. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat dan dunia usaha belum sepenuhnya pulih.
Gangguan ini menunjukkan pentingnya keandalan pasokan listrik bagi kegiatan ekonomi di Batam, termasuk bagi perusahaan, pelaku usaha kecil, serta layanan publik yang bergantung pada ketersediaan energi.