Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada 27 September 2026 telah mengklarifikasi informasi palsu mengenai tautan pencairan BSU September 2026 sebesar Rp600 ribu.
Artinya, masyarakat perlu ekstra hati-hati jika menerima pesan yang mengajak mengecek atau mencairkan BSU 2026 melalui tautan yang tidak jelas.
Jangan asal klik link BSU dari WhatsApp
Modus penipuan bantuan pemerintah biasanya memanfaatkan ketertarikan masyarakat terhadap program bantuan. Tautan dapat disebarkan melalui WhatsApp, media sosial, SMS, maupun grup percakapan dengan narasi seolah-olah berasal dari pemerintah.Dalam kasus tautan BSU palsu yang diklarifikasi Komdigi, laman tersebut justru meminta sejumlah data pribadi, seperti nama lengkap, asal provinsi, dan nomor Telegram. Kondisi ini berisiko dimanfaatkan untuk penipuan atau pencurian data.
Karena itu, jangan memasukkan NIK, nomor telepon, data rekening, kode OTP, maupun informasi pribadi lainnya sebelum memastikan sumber tautan.
Komdigi juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan kanal resmi pemerintah saat mengakses layanan bantuan digital. Salah satu cirinya adalah menggunakan domain resmi pemerintah dengan akhiran go.id.
Cara aman mengecek informasi BSU
Jika ingin memastikan informasi mengenai BSU, lakukan pengecekan melalui kanal resmi Kemnaker dan pemerintah. Jangan mengandalkan tautan yang dikirimkan orang lain.Untuk layanan Kemnaker, pastikan alamat situs yang dibuka benar-benar berasal dari domain resmi pemerintah.
Salah satu pengecekan bisa dilakukan melalui laman resmi Kemnaker dapat dilakukan dengan langkah berikut:
- Buka situs resmi BSU Kemnaker.
- Pilih menu Cek NIK.
- Masukkan 16 digit NIK.
- Isi kode CAPTCHA.
- Klik Cek Status.
- Sistem akan menampilkan status penerima BSU.