Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla. Foto: dok MI/Panca Syurkani.
Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla. Foto: dok MI/Panca Syurkani.

Tarif Wisata Komodo Dinilai Kemahalan, Jusuf Kalla: Bisa Matikan Industri Lokal

Emir Chairullah • 06 Agustus 2022 17:00
Jakarta: Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla mengkritik kebijakan pemerintah terkait pemberlakuan tarif baru Rp3,75 juta untuk menikmati wisata Labuan Bajo khususnya di Pulau Komodo. Dirinya khawatir pemberlakuan tarif yang terlalu tinggi justru mengusik ketenangan daerah tujuan wisata Komodo tersebut.
 
"Dengan pemberlakuan tarif baru yang naik secara signifikan dapat mempengaruhi jumlah kunjungan wisata ke Labuan Bajo. Yang terkena imbasnya adalah dunia wisata," katanya dalam keterangan persnya, Sabtu, 6 Agustus 2022.
 
Jusuf Kalla yang pernah mengemban tugas sebagai Duta pemenangan Komodo sebagai tujuh keajaiban dunia baru atau The New Seven Wonders pada 2012-2013 itu menjelaskan, selama ini Pulau Komodo sudah mendunia dan menjadi destinasi favorit yang menyedot ribuan wisatawan.
 
Dengan tarif yang meningkat signifikan, hampir dipastikan jumlah wisatawan yang mendatangi kawasan tersebut bakal menurun. "Sementara pada sektor tersebut banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya," ujarnya.
 
Ia menyebutkan sejumlah sektor yang diperkirakan bakal mengalami penurunan seperti perhotelan, kuliner, dan pelayaran. Begitu pun unit usaha kecil masyarakat hingga nelayan penangkap ikan yang membantu memenuhi kebutuhan warga sekitar ikut terkena imbasnya.
 
"Demikian halnya dengan penerbangan yang sebelumnya ramai, juga terancam kehilangan penumpang," ungkapnya.
 
Baca juga: Kemenparekraf-Pelaku Pariwisata Labuan Bajo Buka Dialog Bahas Kisruh Kenaikan Harga Tiket

 
Karena itu, menurut Jusuf Kalla, pemberlakuan tarif ini perlu dievaluasi dan diturunkan. Dirinya mengusulkan agar tarif diturunkan menjadi Rp1 juta dengan kuota pembatasan pengunjung sebanyak 500 orang per hari.
 
"Jadi angka tersebut terukur dapat Rp500 juta tiap hari, dan per bulan bisa Rp15 miliar. Itu lebih pasti," katanya.
 
Dengan demikian, masyarakat tetap mendapat penghasilan, karena hotel hidup, restoran hidup, dan lain-lainnya semua memiliki efek. "Dan kota Labuan Bajo bisa hidup kembali," ujarnya.
 
Jusuf Kalla menguraikan, berdasarkan pengalaman, setiap orang berwisata ke wilayah seperti Pulau Komodo itu kemungkinan hanya sekali seumur hidupnya. Ketika mereka mengunjungi kawasan tersebut, harus memberikan ketenangan.
 
"Yang penting sudah pernah lihat. Jadi wisata itu harus memberikan ketenangan. Kalau di daerah wisata tidak tenang, ramai aksi demo, maka wisatawan tidak akan datang," sebut dia.
 
Taman Nasional Pulau Komodo resmi menjadi satu dari 7 Keajaiban Alam Dunia Baru New 7 Wonders of Nature, 13 September 2013. Jusuf Kalla yang saat itu didaulat sebagai Duta Komodo berulang kali ke Pulau Komodo Labuan Bajo dan berkeliling kota mengkampanyekan agar masyarakat Indonesia memilih Komodo yang kemudian jumlahnya dapat mencapai lebih 100 juta sms atau pesan singkat.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif