Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Penegak Hukum Diminta Tindak Perusahaan Tambang Batu Bara Ilegal

Angga Bratadharma • 10 Agustus 2022 19:09
Jakarta: Salah satu perusahaan tambang di Sumatra Selatan (Sumsel) dilaporkan polisi karena diduga melakukan penambangan dan penjualan batu bara secara ilegal. Adapun penambangan ilegal harus segera dihilangkan guna menjaga iklim bisnis dan investasi di Tanah Air.
 
Adapun laporan itu dibuat Ricky Hasiholan Hutasoit, salah satu tim kuasa hukum perusahaan yang dirugikan perusahaan tambang tersebut. Ia mengatakan kliennya merupakan beneficial owner, namun direksinya bertindak di luar kebijakan perusahaan.
 
"Kami merasa sudah tidak dapat ditolerir lagi dan laporan polisi terhadap direksi dan para pemegang saham perusahaan tersebut terpaksa kami lakukan mengingat berbagai upaya persuasif telah dilakukan," kata Ricky, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 10 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, pihaknya juga telah melakukan somasi kepada perusahaan tersebut agar menghentikan proses penambangan dan penjualan batu bara yang diduga dilakukan secara ilegal. Sebab, proses itu dilakukan tanpa persetujuan kliennya dan para investor perusahaan. Ia yakin aparat penegak hukum dapat melakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku.
Baca: Kemenkeu Jamin NIK Penduduk Aman setelah Terintegrasi NPWP

"Kami yakin para penegak hukum dapat menjalankan tugasnya," ujarnya.
 
Pakar Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Fatahillah Akbar mengatakan jika terbukti ada pelanggaran perjanjian kontrak kerja sama maka direksi perusahaan tambang tersebut bisa terancam delik penggelapan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
 
Menurutnya jika dalam suatu perjanjian kerja sama ada itikad jahat dari salah satu pihak maka dapat menggunakan instrumen hukum pidana berdasarkan Undang-Undang (UU) yang berlaku. Dalam hal ini UU Mineral dan Batubara (Minerba).
 
"Terlapor bisa dijerat sanksi pidana berdasarkan Undang-Undang Minerba. Bisa juga (TPPU) jika sudah ada keuntungan diperoleh," pungkas Akbar.

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif