Ilustrasi mudik. Foto: dok MI.
Ilustrasi mudik. Foto: dok MI.

Program Mudik Gratis BUMN 2022 untuk Alihkan Puluhan Ribu Pengguna Kendaraan

Ekonomi Mudik Lebaran Kementerian Perhubungan jasa raharja program mudik Kementerian BUMN Vaksin Booster Mudik Lebaran 2022
Ade Hapsari Lestarini • 24 April 2022 22:14
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menggagas program mudik gratis BUMN dan menunjuk PT Jasa Raharja selaku koordinator "Mudik Aman Mudik Sehat Bersama BUMN 2022". Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang memperbolehkan masyarakat mudik Lebaran 2022 dengan syarat-syarat tertentu.
 
Adapun program ini diadakan untuk mengantisipasi perjalanan melalui moda darat, yang merupakan 80 persen dari seluruh perjalanan total. Dibanding 2021 yang tidak memberlakukan syarat prokes dan pendaftaran dilakukan secara fisik, mudik 2022 ini peserta wajib vaksin, selalu menjaga prokes dan harus mendaftar full online via aplikasi.
 
Berdasarkan survei yang dilakukan Litbang Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terdapat potensi peningkatan mobilitas dibandingkan prediksi mobilitas Lebaran 2021, masyarakat yang akan melakukan mudik setelah pengumuman vaksin sebagai syarat perjalanan justru meningkat 187,86 persen atau mencapai 85,5 juta orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khusus warga Jabodetabek yang melakukan mudik yaitu 14,3 juta orang. Diprediksi terbanyak adalah pemudik menggunakan moda transportasi darat pribadi 40,2 juta orang, transportasi darat umum 26,7 juta orang, dan 8,2 juta orang menggunakan transportasi kereta api.
 
Program ini merupakan bentuk mudik yang aman, bertanggung jawab dan sehat. Aman karena mengalihkan puluhan ribu pengguna kendaraan terutama sepeda motor dari jalan raya, ke moda transportasi umum seperti bus dan kereta api yang terkoordinir. Sehat karena para pemudik telah melengkapi diri mereka masing-masing dengan vaksinasi covid-19 dosis 1 dan 2 serta vaksin booster, juga diberlakukan disiplin prokes seperti 3M, 3Tm dan pshysical distancing. Tujuannya untuk memastikan pemudik pulang dalam keadaan sehat dan tidak menularkan virus covid-19 di tempat tujuannya.
 
"Program Mudik Aman Mudik Sehat BUMN 2022 hadir kembali setelah dua tahun kita terbatas untuk berkumpul dengan keluarga secara langsung. Tapi dengan syarat, pemudik harus tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan, lewat program ini kami juga mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi dan tetap menjaga protokol kesehatan. Juga, mengutamakan keselamatan saat mudik dengan memilih moda transportasi yang lebih
aman," jelas Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, dalam keterangan resminya, Minggu, 24 April 2022.

Dalam hal ini, yang dimaksud mudik aman, jelas Arya, secara detil nanti penyelenggara mudik di bawah Kementerian BUMN harus melakukan:

  1. Uji petik sarana/ramp check.
  2. Inspeksi keselamatan dan safety campaign.
  3. Kesiapan prasarana transportasi/survey kelayakan moda transportasi.
  4. Manajemen rekayasa lalu lintas/survey jalur mudik,
  5. SDM transportasi yang andal.
  6. Pengawasan dan pengamanan angkutan Lebaran melalui posko dan check point.
  7. Antisipasi puncak mudik dan puncak balik.
  8. Imbauan agar masyarakat pengguna jalan patuh pada aturan perjalanan.
  9. Kebijakan/Program Angleb 2022 seperti mudik gratis.
  10. Masyarakat dan pemangku kepentingan berperan dan bertanggung jawab.

Selain itu, secara detil pemerintah mewajibkan peserta mudik untuk:

  • Vaksin booster.
  • Vaksin 1 dan 2.
  • Screening (rapid test antigen, RT-PCR test, dan RT-PCR gargle).
  • Disiplin Prokes (3M, 3T, jaga jarak).
  • Cukup istirahat sebelum bepergian (bagi pengemudi) Kemenkes akan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada pengemudi juga pengemudi pengganti yang jarak tempuhnya cukup lama atau lebih dari empat jam dengan rute yang padat.
"Program mudik ini setidaknya telah mengalihkan mobilitas dari 40 ribu orang dari menggunakan kendaraan pribadi roda dua menjadi angkutan umum yang sesuai standar keselamatan transportasi. Semoga dengan adanya program Mudik Aman dan Sehat bersama BUMN ini dapat mengobati kerinduan masyarakat untuk kembali berkumpul dengan keluarga," tutup Arya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif