Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan kekayaan ketiga tercepat di Asia Tenggara. Ilustrasi: Medcom.id
Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan kekayaan ketiga tercepat di Asia Tenggara. Ilustrasi: Medcom.id

Dalam 5 Tahun, Jumlah Orang Kaya di Indonesia Bakal Meroket

Rizkie Fauzian • 10 Maret 2022 19:14
Jakarta: Jumlah orang kaya di Indonesia diperkirakan akan bertambah. Dalam lima tahun ke depan, yakni 2021 hingga 2026 jumlahnya akan naik sebesar 63 persen.
 
"Dalam lima tahun ke depan pertumbuhan populasi kekayaan di Indonesia diprediksi masih akan sangat positif," kata Head of Research, Knight Frank Asia Pacific Christine Li dalam diskusi, Kamis, 10 Maret 2022.
 
Berdasarkan dari Wealth Sizing Model yang disusun oleh Knight Frank, Indonesia diharapkan akan memiliki jumlah populasi orang kaya atau High Net Worth Individuals (HNWIs) lebih tinggi ke depannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, angka pertumbuhan tersebut bahkan lebih besar dari rerata angka pertumbuhan HNWI di dunia yaitu sebesar 52,3 persen. Kenaikan tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan kekayaan ketiga tercepat di Asia Tenggara.
 
Sementara itu, populasi untuk crazy rich atau Ultra High Net Worth Individuals (UHNWIs) sebanyak 29 persen dari tahun 2021, dan 38 persen untuk pertumbuhan populasi miliarder.
 
The Wealth Report untuk wilayah Asia Pasifik mengungkapkan adanya angka pertumbuhan jumlah populasi UHNWIs di Indonesia pada 2021 (year on year) sebesar 1 persen, meskipun masih berada dalam situasi pandemi dan pemulihan ekonomi berkala.
 
"Walau masih tertinggal dengan beberapa negara tetangga, Indonesia masih lebih baik jika dibandingkan dengan Malaysia dan Vietnam yang justru tercatat mengalami penurunan jumlah populasi UHNWIs sebesar -0,4 persen dan -1 persen di 2021," ujar Christine.
 
Semenatara itu, jumlah UHNWIs di dunia juga mengalami kenaikan 9,3 persen pada 2021. Sejumlah 51 ribu orang melihat adanya peningkatan nilai aset lebih dari USD30 juta. 
 
Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan hasil survei pada 2020 dimana angka pertumbuhan hanya tercatat 2,4 persen.
 
"Sedangkan untuk wilayah Asia Pasifik, jumlah populasi HNWI dan UHNWI tumbuh lebih cepat yaitu masing-masing sebesar 8,8 persen dan 7,5 persen," katanya.
 
Sementara, jika dilihat dalam 10 tahun dari 2016 hingga 2026, Knight Frank memprediksi jumlah populasi UHNWIs akan meningkat lebih dari dua kali lipat yaitu dari 348.355 menjadi 783.671 di dunia pada 2026. 
 
Asia juga diprediksi akan mendekati Eropa yang menduduki posisi kedua sebagai pusat populasi orang kaya terbesar di dunia. 
 
Dalam kurun waktu tersebut, Selandia Baru juga diprediksi sebagai negara yang akan memiliki angka pertumbuhan populasi UHNWIs tertinggi di dunia, sebesar 270 persen dimana posisi selanjutnya diisi oleh Singapura sebesar 268 persen atau lebih dari 6.000 orang.

 
(KIE)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif