Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Hari Pertama PSBB Transisi, Penerbangan di Soetta Naik 5%

Ekonomi bandara bandar udara angkasa pura ii bandara soekarno-hatta
Suci Sedya Utami • 13 Oktober 2020 08:41
Jakarta: PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta pada hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi Senin, 12 Oktober 2020 mengalami kenaikan lima persen dibandingkan hari sebelumnya.
 
Berdasarkan pantauan livedata dari Airport Operation Control Center (AOCC), jumlah pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin, 12 Oktober pukul 19.00 WIB mencapai 454 penerbangan. Sementara pada Minggu, 11 Oktober pukul 19.00 WIB sebanyak 430 penerbangan.
 
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan tren peningkatan ini sangat jarang terjadi karena biasanya jumlah penerbangan pada hari pertama di awal minggu lebih rendah dibandingkan dengan akhir minggu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Minggu adalah waktu sibuk di bandara, lalu lintas penerbangan cukup tinggi. Namun, pada hari pertama PSBB Transisi DKI Jakarta ini, lalu lintas penerbangan pada Senin justru lebih tinggi lima persen dibandingkan dengan hari sebelumnya," kata Awaluddin, dalam keterangan resminya, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Secara total, jumlah penerbangan di 19 bandara Angkasa Pura pada Senin diperkirakan meningkat sekitar lima persen, salah satunya dipicu ramainya penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Awaluddin mengatakan peningkatan penerbangan sejalan dengan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sektor penerbangan nasional.
 
Adapun saat ini AP II dan stakeholder di 19 bandara tengah menggalakkan safe travel campaign agar traveler tetap merasa nyaman dan aman untuk bepergian dengan pesawat.
 
Selain itu, seluruh bandara AP II beroperasi dengan merujuk ke sejumlah peraturan di antaranya yang terbaru adalah Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 26/2020 tentang Visa dan Izin Tinggal Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Beleid tersebut mengatur mengenai orang asing yang dapat masuk ke wilayah Indonesia.
 
Berdasarkan peraturan tersebut, orang asing pemegang visa dan/atau izin tinggal yang sah dan berlaku dapat masuk ke wilayah Indonesia melalui tempat pemeriksaan imigrasi tertentu setelah memenuhi protokol kesehatan.
 
Visa dan/atau Izin Tinggal tersebut terdiri atas: visa dinas, visa diplomatik, visa kunjungan, visa tinggal terbatas, izin tinggal dinas, izin tinggal diplomatik, izin tinggal terbatas, dan izin tinggal tetap.
 
Sementara itu, di Bandara Soekarno-Hatta berdasarkan Permenkumham tersebut sampai saat ini belum menyediakan layanan visa kunjungan saat kedatangan (Visa on Arrival/VoA). Permenkumham juga menyatakan bahwa pemberian bebas visa kunjungan masih dihentikan.
 
"PT Angkasa Pura II sudah melakukan koordinasi dengan Kantor Imigrasi dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kesehatan (KKP Kemenkes) untuk kelancaran penerapan Permenkumham Nomor 26/2020. Setiap WNA harus memenuhi persyaratan Visa/Izin Tinggal dan juga wajib dilakukan pemeriksaan kesehatan terkait covid-19," tutur Awaluddin.
 
Penerapan Permenkumham 26/2020 ini merupakan salah satu dasar dari penerapan Reciprocal Green Lane (RGL) dalam program Safe Travel Corridor antara Indonesia dan Singapura yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat. Salah satu pintu di dalam skema RGL itu adalah Bandara Soekarno-Hatta.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif