Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin
Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin

AAJI Dukung OJK Reformasi Industri Asuransi Jiwa

Ekonomi ojk asuransi jiwa Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)
Angga Bratadharma • 07 Maret 2020 15:05
Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendukung sepenuhnya reformasi yang akan dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) demi kemajuan Industri Keuangan Non Bank (IKNB), khususnya industri asuransi jiwa di Indonesia. AAJI berharap reformasi tersebut memberikan rasa aman bagi nasabah asuransi jiwa.
 
"AAJI berharap bahwa reformasi tersebut akan turut memberikan dukungan terhadap pertumbuhan industri asuransi jiwa," sebut Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu, 7 Maret 2020.
 
Dalam konteks ini, Budi berharap reformasi tersebut bisa dilakukan dalam bentuk yakni pertama percepatan pembentukan Lembaga Penjamin Pemegang Polis (LPPP) Asuransi. Kedua, insentif bagi industri asuransi berupa pemberian keringanan pajak bagi nasabah pemegang polis asuransi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketiga, reformasi sektor jasa keuangan secara menyeluruh, tidak hanya di IKNB tetapi juga di sektor keuangan lainnya yakni perbankan dan pasar modal. Keempat, secara konsisten memberi kesempatan industri asuransi untuk tetap bertumbuh, dengan tidak membatasi produk yang ditawarkan di kanal distribusi bancassurance.
 
"Kanal distribusi bancassurance adalah salah satu kanal utama industri asuransi jiwa dalam upaya mendistribusikan proteksi asuransi kepada masyarakat Indonesia luas. Kanal distribusi bancassurance telah ada di Indonesia lebih dari 20 tahun, dan juga dikenal di mancanegara," ucapnya.
 
Lebih lanjut, Budi Tampubolon mengatakan, industri asuransi memiliki komitmen kepada nasabah sepanjang 2019. Industri asuransi jiwa telah mencatatkan pembayaran manfaat dan klaim asuransi jiwa dengan total nilai Rp140,28 triliun atau meningkat sebanyak 16 persen dibandingkan dengan di 2018.
 
Hal ini, lanjut Budi, membuktikan komitmen perusahaan asuransi jiwa dalam memenuhi kewajiban pembayaran manfaat asuransi jiwa dan klaim kepada nasabah yang berhak. Diharapkan data ini dapat memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa secara umum industri asuransi jiwa senantiasa mengedepankan kewajibannya kepada nasabah.
 
"Dan tidak mempersulit proses pembayaran klaim," pungkas Budi.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif