Ilustrasi. Antara/ Zabur Karuru)
Ilustrasi. Antara/ Zabur Karuru)

Kementan Pastikan Relaksasi Impor Bawang Sejalan dengan Kemendag

Ekonomi kementerian pertanian Bawang Bombai
Antara • 29 Maret 2020 19:15
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pihaknya sejalan dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait kebijakan relaksasi impor bawang putih dan bawang bombai untuk memudahkan pemenuhan stok dalam masa tanggap darurat virus korona (covid-19).
 
"Kementan dan Kemendag satu suara kalau untuk kepentingan rakyat. Terkait keamanan pangan, tentu teman-teman di Karantina Pertanian akan tetap menjalankan fungsinya," kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto seperti dikutip Antara, Minggu, 29 Maret 2020.
 
Dalam paket relaksasi yang berlaku hingga 31 Mei 2020 tersebut, pemerintah memutuskan importasi produk hortikultura yang dibutuhkan masyarakat tidak harus menyertakan Surat Perijinan Impor (SPI), maupun Laporan Surveyor (LS) yang selama ini diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui relaksasi yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2020, Kemendag juga membebaskan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), khususnya untuk komoditas bawang merah dan bawang putih.
 
Di sisi lain, Badan Karantina Kementerian Pertanian juga akan melakukan prosedur karantina untuk keamanan produk impor bawang putih dan bawang bombai tanpa mempersyaratkan RIPH untuk pemasukan barang.

 
Kementerian Pertanian pun telah menerbitkan RIPH bawang putih sebanyak 450 ribu ton kepada 54 importir dan 227 ribu ton untuk bawang bombai kepada 43 importir.
 
Guna memenuhi segera pasokan dalam negeri, Prihasto meminta para pelaku usaha yang sudah mengantongi RIPH segera merealisasikam impornya. Menurut perhitungan Kementan, jika impor direalisasikan, stok bawang putih cukup hingga akhir tahun, dan bawang bombai cukup sampai satu setengah tahun.
 
Ada pun kebutuhan nasional bawang putih diperkirakan mencapai 47 ribu-48 ribu ton per bulan. Sementara kebutuhan bawang bombai sebanyak 10 ribu-11 ribu ton per bulan.
 
"Selama periode relaksasi ini, kami minta importir yang sudah diterbitkan RIPH untuk segera merealisasikan impornya," kata Prihasto.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif