Antivirus berbasis eucalyptus. Foto: dok Kementerian Pertanian
Antivirus berbasis eucalyptus. Foto: dok Kementerian Pertanian

Kementan Yakin Eucalyptus Jadi Penawar Covid-19

Ekonomi kementerian pertanian virus corona
Ilham wibowo • 12 Mei 2020 13:42
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) telah menguji berbagai tumbuhan yang berpotensi sebagai antivirus korona jenis covid-19. Hasil penelitian yang paling efektif ditemukan pada inovasi eucalyptus dengan memanfaatkan kandungan senyawa aktif 1,8-cineole.
 
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry mengatakan bahwa hasil telusur ilmiah serta riset daya antivirus pada eucalyptus bisa membantu pencegahan covid-19 melalui mekanisme Mpro. Mpro merupakan main protease (3CLPro) yang menjadi target potensial dalam penghambatan replikasi beragam jenis virus korona.
 
"Kesimpulan kami bisa (membunuh covid-19), karena bahan aktif yang dimiliki eucalyptus dan target bisa membunuh Mpro itu. Nah kandungan Mpro berlaku pada covid-19 yang juga ada, dia bisa mereplikasi," kata Fadjri kepada Medcom.id, Selasa, 12 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Fadjri, hasil penelitian ilmiah terhadap eucalyptus tersebut telah dilakukan lama di laboratorium yang mengantongi sertifikat level keselamatan biologi (Biosavety) Level 3 (BSL3) milik Balai Besar Penelitian Veteriner. Virologi Kementan pun sudah tak asing lagi menguji golongan virus korona seperti influenza, beta corona, dan gamma corona.
 
"Kami punya koleksi korona cukup banyak, kami meneliti korona sejak 10 tahun lalu bukan baru sekarang, koleksi kami ada beta corona, gamma corona, dan beberapa korona lain," paparnya.
 
Ia menegaskan klaim eucalyptus sebagai penawar covid-19 bisa dipertanggungjawabkan secara penelitian ilmiah. Prototipe inovasi antivirus berbasis eucalyptus telah diluncurkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk kondisi darurat dan siap diproduksi massal. Bentuknya berupa inhaler, roll on, difuser, kalung, dan balsam.
 
"Sekarang kita butuh cepat, toh kita sudah punya berapa dosis yang tidak membahayakan untuk tubuh, aman digunakan paling tidak mencegah penularan," tuturnya.
 
Fadjri membantah pihaknya sengaja terburu-buru mempublikasikan produk inovasi eucalyptus sebagai antivirus korona sebelum dilakukan uji klinis. Kandungan senyawa aktif yang ada pada eucalyptus sama halnya dengan minyak kayu putih. Produk tersebut sangat aman selama tidak dikonsumsi langsung seperti diminum atau disuntikkan.
 
"Virus bertahan di mulut bisa satu minggu dan di hidung atau tenggorokan bisa dua minggu. Mengapa swab dilakukan di hidung dan tenggorokan karena cairan yang mengandung virus menumpuk di situ, kami sudah coba uji," ucapnya.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif