Ilustrasi laju inflasi tahun ini - - Foto: dok MI
Ilustrasi laju inflasi tahun ini - - Foto: dok MI

Ekonomi Masih Menantang, Inflasi Tak Akan Melonjak

Husen Miftahudin • 17 Februari 2021 19:33
Jakarta: Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) memperkirakan inflasi pada 2021 tidak akan melonjak tajam. Hal ini dikarenakan dalam waktu dekat prospek ekonomi masih cukup menantang.
 
Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan saat ini inflasi masih berada di bawah kisaran target Bank Indonesia selama delapan bulan berturut-turut.

 
"Memasuki 2021, kami tidak melihat adanya tanda-tanda perbaikan inflasi karena laju inflasi tahunan di Januari tercatat sebesar 1,55 persen (yoy), turun dari 1,68 persen (yoy) pada bulan sebelumnya karena permintaan masih rendah akibat pengaruh pandemi covid-19 yang memporak porandakan perekonomian dan menggerus daya beli masyarakat," katanya dalam rilis Analisis Makroekonomi Edisi Februari 2021, Rabu, 17 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian laju inflasi headline atau indeks harga konsumen (IHK) secara bulanan pada Januari tercatat sebesar 0,26 persen (mtm). Angkanya lebih rendah secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 0,38 persen (mtm).
 
Riefky menjelaskan rendahnya laju inflasi saat ini dipengaruhi oleh turunnya tekanan inflasi volatile food (barang mudah bergejolak) dan inflasi inti serta deflasi yang terjadi pada kelompok administered prices (barang/jasa yang perkembangan harganya diatur pemerintah).
 
Sebagai kontributor terbesar inflasi di Indonesia, komponen inflasi volatile food mencatatkan inflasi tahunan sebesar 2,82 persen (yoy), melambat dari 3,62 persen (yoy) pada Desember 2020. Sementara itu, inflasi bulanannya juga mengalami angka inflasi yang rendah sebesar 1,15 persen (mtm), lebih rendah dari 1,94 persen (mtm) di Januari 2020 yang dipengaruhi oleh rendahnya harga telur dan bawang merah.
 
"Tren inflasi harga pangan telah turun, di tengah permintaan agregat yang sangat lemah, panen yang kuat dan rantai pasokan global yang masih terganggu. Sementara itu, inflasi bulanan kelompok harga diatur pemerintah tercatat mengalami deflasi sebesar 0,19 persen (mtm), meskipun sedikit lebih baik dari deflasi di Januari tahun lalu sebesar 0,28 persen," terangnya.
 
Sementara itu, deflasi yang tercatat lebih dalam pada kelompok administered prices relatif normal di awal tahun akibat adanya normalisasi tarif angkutan, terutama tiket pesawat setelah masa perayaan dan libur akhir tahun. Di sisi lain, inflasi inti terus mengalami tren penurunan menjadi 1,56 persen (yoy) dan 0,14 persen (mtm) dibandingkan pada bulan yang sama tahun lalu.
 
"Inflasi inti yang rendah sejalan dengan aktivitas ekonomi yang melambat setelah rentetan bencana alam, sementara adanya lonjakan infeksi covid-19 memaksa pemerintah Indonesia untuk kembali menerapkan langkah-langkah pembatasan parsial mobilitas masyarakat di Jawa dan Bali untuk mengurangi penyebaran virus," pungkas Riefky.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif