Stasiun MRT. Foto: dok MI/Andri Widiyanto.
Stasiun MRT. Foto: dok MI/Andri Widiyanto.

Reklamasi Ancol Siap Tampung Tanah Galian MRT Fase II

Ekonomi mrt Proyek MRT
Syah Sabur • 26 Juli 2020 07:39
Jakarta: Proyek pembangunan moda raya terpadu (MRT) Jakarta fase II terus berjalan. Berbeda dengan fase I yang memiliki lintasan stasiun layang, keseluruhan MRT fase II bakal dibangun di bawah tanah.
 
Lalu, akan dibuang kemana galian tanah sebanyak itu? Jangan khawatir, sebab menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, tanah hasil galian proyek tersebut akan digunakan untuk kepentingan reklamasi kawasan Taman Impian Jaya Ancol.
 
"Ini (tanah) akan dibuang di kawasan Ancol, kawasan reklamasi di kawasan Jaya Ancol," kata William dalam Forum Jurnalis MRT Juli di Jakarta, dikutip Sabtu, 25 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahkan, pihak MRT sudah membicarakannya dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. "Semua ini akan dikoordinasikan ke Pemprov DKI Jakarta. Bahwa nanti ada yang lain ya kita tunggu tapi sementara koordinasi kami dengan Pemprov itu akan dibuang di situ (Ancol)," tuturnya.
 
William juga mengemukakan total tanah yang diperkirakan akan digali mencapai 1,3 juta meter kubik. Tanah sebanyak itu berasal dari Bundaran HI sampai Kota.
 
Untuk diketahui, dalam fase II ini akan ada Stasiun Bundaran HI, Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, dan Stasiun akhir Kota dengan sistem bawah tanah.
 
Dengan adanya moda transportasi ini akan memangkas waktu dari Stasiun Lebak Bulus Grab ke Stasiun Kota bisa ditempuh dengan waktu 45 menit.
 
"Kemarin yang sudah disampaikan oleh Pemprov DKI akan dibuang di kawasan reklamasi di kawasan Jaya Ancol, perluasan daerah di Ancol," kata dia dalam diskusi virtual, Rabu, 22 Juli 2020.
 
Pemerintah DKI sendiri tak menyebutnya reklamasi, tapi perluasan daratan. Untuk Fase 2A sepanjang enam kilometer akan melintasi tujuh stasiun dengan rute Bundaran Hotel Indonesia-Kota. Seluruh stasiun dibangun di bawah tanah, yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
 
MRT Fase 2B rute Kota-Ancol melintang sepanjang 5,8 kilometer melewati Stasiun Mangga Dua, Stasiun Ancol, dan Stasiun Ancol Barat. Pembangunan ditargetkan rampung pada triwulan I-2025. Rencana operasional pada triwulan dua di tahun yang sama.
 
Isu reklamasi di Teluk Jakarta kembali dibicarakan publik setelah Gubernur DKI Anies Baswedan memberikan izin pelaksanaan perluasan kawasan Ancol dan Dunia Fantasi atau Dufan.
 
Menurut Gubernur DKI Anies Baswedan, selain dari galian tanah proyek MRT, pihaknya juga akan menerima hasil kerukan tanah di lima waduk dan 13 sungai Jakarta pada 2009. Tanah itulahyang telah membentuk daratan seluas 20 hektare (ha). Untuk itulah, lokasinya harus dimanfaatkan demi kepentingan publik.
 
Sekretaris Daerah atau Sekda DKI Jakarta Saefullah dalam kesempatan terpisah mengatakan pemerintah sedang mengurus pembuatan sertifikat lahan seluas 20 ha di kawasan reklamasi Ancol di Jakarta Utara.
 
Reklamasi lahan seluas 20 ha tersebut telah rampung di kawasan Ancol bagian timur hasil dari program dumping site atau pembuangan hasil kerukan dari 13 sungai di Ibu Kota, atas kerja sama pemerintah dengan PT Pembangunan Jaya Ancol.
 
"Reklamasi dihasilkan dari lumpur pengerukan sungai-sungai di Jakarta kemarin itu sudah dibuatkan Kepgub-nya agar bisa mendapatkan sertifikat dari BPN dan lahan perluasan di Ancol tersebut dapat dimanfaatkan secara legal dan pelaksanaan pembangunan dapat dipertanggungjawabkan," kata Saefullah dalam konferensi pers secara daring, Jumat, 3 Juli 2020.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif