Ilustrasi Waskita Beton Precast - - Foto: dok Waskita Beton
Ilustrasi Waskita Beton Precast - - Foto: dok Waskita Beton

Waskita Beton Gagal Bayar Bunga Obligasi Akibat Kendala Teknis

Ekonomi BUMN obligasi waskita beton precast
Husen Miftahudin • 30 Juli 2020 14:16
Jakarta: PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengklaim adanya kendala teknis saat pengiriman dana bunga obligasi kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Pernyataan tersebut meluruskan pemberitaan mengenai penundaan pembayaran bunga obligasi.

"WSBP telah melakukan pengiriman dana pada 29 Juli 2020 dan akan efektif di rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 30 Juli 2020, sesuai dengan tanggal jatuh tempo pembayaran bunga obligasi WSBP," jelas Direktur Keuangan Waskita Beton Precast Anton YT Nugroho dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Juli 2020.
 
WSBP disebut menunda pembayaran bunga ketiga kepada pemegang obligasi yang diterbitkan perusahaan, yakni Obligasi Berkelanjutan Waskita Beton Precast Tahap II Tahun 2019 (WSBP01CN2).
 
Dengan belum efektifnya dana bunga ketiga obligasi di rekening KSEI sesuai waktu yang ditentukan, maka KSEI menyampaikan pembayaran bunga kepada pemegang obligasi melalui pemegang rekening yang seharusnya dilaksanakan pada 30 Juli 2020 ditunda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Obligasi ini diketahui memiliki jumlah pokok penerbitan Rp1,5 triliun yang akan jatuh tempo pada 30 Oktober 2022. Jumlah pokok yang saat ini tersisa yakni Rp1,324 triliun.
 
Selain itu, WSBP juga memiliki utang jatuh tempo atas Obligasi Berkelanjutan I Waskita Beton Precast Tahap I Tahun 2019 sebesar Rp500 miliar, yang akan jatuh tempo pada 5 Juli 2022.
 
Dijelaskan Anton lebih lanjut, bahwa perusahaan meraih kinerja positif di tengah kondisi perlambatan ekonomi akibat pandemi covid-19 ini. Sesuai laporan keuangan indikatif kuartal II-2020, WSBP mampu mencatatkan laba bersih dan arus kas operasional positif.
 
Selain itu, rasio posisi utang berbunga terhadap modal WSBP diindikasikan masih rendah, yaitu di bawah satu kali, jauh dari batas maksimal yang ditentukan yaitu sebesar 2,5 kali. Hal tersebut mengindikasikan WSBP masih memiliki kapasitas ruang pendanaan yang besar.
 
WSBP juga tetap produktif menghasilkan inovasi produk, antara lain tiang listrik beton, bantalan jalan rel, dan spun pile berdiameter 1,2 meter dan panjang 50 meter. Perusahaan bahkan memperoleh pesanan produk Tetrapod untuk Proyek Pengaman Pantai di Singapura.
 
"Untuk meningkatkan kinerja bisnis, perusahaan akan terus meningkatkan penjualan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar eksternal. Tentunya, kami ingin porsi nilai kontrak eksternal meningkat," tutup Anton.

 

(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif