Karet. Foto : AFP.
Karet. Foto : AFP.

Petani Lebak Mengeluh Anjloknya Harga Karet

Ekonomi karet petani
Antara • 13 September 2020 12:14
Lebak: Sejumlah petani Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sejak setahun terakhir ini mengeluhkan anjloknya harga getah karet dari Rp9.000 menjadi Rp4.300 per kilogram (kg).
 
"Semua pohon karet seluas satu hektare itu ditebang untuk dijadikan bahan palet kayu, karena produksi perkebunan karet tidak menjadikan andalan ekonomi," kata H Sukatma (55) seorang petani karet warga Sindangwangi Kecamatan Muncang Kabupaten Lebak, dikutip dari Antara, Minggu, 13 September 2020.
 
Para petani di wilayahnya kini perkebunan karet dibiarkan tanpa perawatan dan banyak yang ditebang juga ada dijadikan lokasi wisata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perkebunan karet dulu yang mampu menyejahterakan kehidupan petani dengan pendapatan ekonomi, namun sekarang sudah tidak bisa diandalkan kembali.
 
Mereka petani jika mengelola usaha perkebunan karet tentu tidak sebanding dengan biaya produksi dengan anjloknya harga di pasaran itu.
 
"Kami biasanya bisa menghasilkan pendapatan mencapai Rp8 juta per bulan dengan harga Rp10 ribu per kg, namun kini habis oleh biaya tenaga kerja pengambil getah (nyadap)," jelasnya.
 
Begitu juga petani karet lainnya, Sukri (60) seorang petani warga Sajira Kabupaten Lebak mengaku sejak harga karet anjlok kini sudah memberhentikan para tenaga kerja pengambil getah karet.
 
Perkebunan karet miliknya seluas satu hektare itu tidak dirawat,terlebih usianya sudah tua dan produksi berkurang.
 
"Kami sekarang menggeluti usaha pertanian pangan dan hortikultura setelah harga karet anjlok," katanya.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Kadarina mengatakan saat ini jumlah perkebunan karet milik masyarakat di daerah ini seluas 11.200 hektare.
 
Sebagian besar perkebunan karet itu sudah tua sehingga produksinya berkurang juga ditambah harga di pasaran harga karet anjlok.
 
"Kami berharap ke depan harga karet kembali naik sehingga kembali menjadikan andalan ekonomi petani," jelas dia.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif