Gedung BUMN. Foto : BUMN.
Gedung BUMN. Foto : BUMN.

BUMN Diminta Gunakan Dana Buyback Sesuai Fundamental

Ekonomi bumn Buyback
Antara • 11 Maret 2020 16:37
Jakarta: Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo meminta BUMN untuk menggunakan dana pembelian kembali atau buyback secara taktis dan sesuai fundamental.
 
"Taktis, tidak gelontorkan sekaligus, karena situasinya mungkin akan cukup lama, mereka sediakan dana tapi penggunaan tergantung perubahan fundamentalnya," ujar Kartika Wirjoatmodjo dikutip dari Antara, Rabu, 11 Maret 2020.
 
Ia mengatakan sebanyak 12 BUMN sedianya bakal melakukan buyback saham dengan total nilai sebesar Rp8 triliun dalam rangka menjaga stabilitas pergerakan sahamnya di tengah kekhawatiran investor terhadap covid-19 yang dapat membuat perlambatan ekonomi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan BUMN-BUMN itu telah mendapatkan persetujuan dan segera melakukan keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI).
 
"Buyback ada 12 perusahaan BUMN yang 'bigcap' (kapitalisasi besar). Mulai hari ini dapat persetujuan, mungkin mulai besok muncul keterbukaan informasi untuk diumumkan bahwa mereka dapat persetujuan buyback," ucapnya.
 
Ia menyebutkan BUMN yang bakal melakukan buyback saham itu di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri TBK (BMRI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Waskita Karya TBK (WSKT).
 
Kartika memastikan BUMN yang bakal melakukan buyback saham itu memiliki likuiditas yang baik sehingga tidak mengganggu kinerja keuangan perusahaan.
 
"Secara proporsi perbankan besar, karena perbankan lebih besar dananya, untuk konstruksi mereka yang enggak punya likuiditas seperti Adhi Karya mungkin tidak masuk," katanya.
 
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan semua emiten atau perusahaan publik melakukan pembelian kembali (buyback) saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai upaya memberikan stimulus perekonomian dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
 
Dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Senin, 9 Maret 2020, OJK mencermati kondisi perdagangan saham di BEI sejak awal 2020 sampai dengan Senin yang terus mengalami tekanan signifikan yang diindikasikan dari penurunan IHSG sebesar 18,46 persen.
 

(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif