Ilustrasi pekerja Adaro Energy - - Foto: dok Adaro
Ilustrasi pekerja Adaro Energy - - Foto: dok Adaro

Adaro Rogoh Rp12,6 Miliar Bantu Pemerintah Tangani Pandemi

Husen Miftahudin • 02 September 2021 17:30
Jakarta: PT Adaro Energy Tbk (Adaro) memberikan dukungan dengan total 1.000 konsentrator oksigen senilai Rp12,6 miliar kepada rumah sakit dan klinik yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Sebanyak 300 konsentrator oksigen didistribusikan ke 15 fasilitas kesehatan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang merupakan wilayah operasional Adaro.
 
"Khusus pada hari ini, Adaro memberikan dukungan berupa 45 konsentrator oksigen dan 10 ribu paket vitamin untuk Kabupaten Tabalong, serta 20 konsentrator oksigen dan 4.000 paket vitamin untuk Kabupaten Balangan," ucap Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir dalam siaran persnya, Kamis, 2 September 2021.
 
Dalam pendistribusian konsentrator oksigen, Adaro menggandeng Yayasan Satriabudi Dharma Setia (YSDS) untuk sekaligus melakukan sosialisasi tata cara penggunaan, sehingga barang dipastikan dapat berfungsi secara optimal. Adaro memastikan konsentrator oksigen ini memenuhi kriteria kemudahan dalam penanganan pasien.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dukungan ini merupakan wujud komitmen Adaro untuk senantiasa hadir dan berperan aktif dalam membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi covid-19," tuturnya.
 
Garibaldi berharap bantuan konsentrator oksigen ini akan semakin melengkapi rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya dalam menangani pasien covid-19 yang membutuhkan oksigen. Alat ini akan sangat berguna, terutama di wilayah yang jauh dari akses pemasok oksigen.
 
"Selain itu, sebanyak total 40 ribu paket masker dan vitamin akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk membantu proses penyembuhan pasien," jelas Garibaldi.
Di sisi lain, Adaro Energy mencatatkan kenaikan laba pada semester I-2021 ini, dengan meraup laba inti sebesar USD330 juta atau naik 45 persen dari periode yang sama tahun lalu.
 
Kenaikan laba ini ditopang dari pendapatan yang pada paruh pertama tahun ini perseroan memperoleh sebesar USD1,5 miliar, naik 15 persen dari periode yang sama tahun lalu.
 
Kenaikan pendapatan pada semester I-2021 ditopang dari pertambangan dan perdagangan batu bara sebesar USD1,4 miliar, jasa pertambangan sebesar USD48 juta, dan lainnya sebanyak USD21 juta. Penjualan yang naik ini didukung oleh produksi Adaro selama semester pertama ini sebesar 26,49 juta ton.
 
Dari capaian tersebut, Adaro menyetorkan royalti kepada pemerintah sebesar USD291 juta. Sedangkan dari sisi investasi, Adaro sudah merealisasikan USD74 juta. Investasi dialokasikan perusahaan untuk pembelian dan penggantian alat berat dan biaya pemeliharaan untuk kapal.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif