Padi. Foto ; MI.
Padi. Foto ; MI.

Program Makmur Pupuk Indonesia Dorong Produktivitas Petani

Husen Miftahudin • 10 September 2021 09:40
Jakarta: SEVP Operasi Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Gatoet Gembiro Noegroho mengatakan produktivitas petani padi di Banyuwangi mengalami peningkatan usai bergabung dalam program Makmur Pupuk Indonesia.
 
"Produktivitas pada program Makmur meningkat 34 persen sampai 42 persen secara nasional, khususnya pada petani padi dan jagung. Program Makmur terbukti mampu meningkatkan produktivitas," ujar Gatoet dalam acara Panen Bersama Program Makmur di Banyuwangi dalam siaran persnya, Jumat, 10 September 2021.
 
Gatoet menjelaskan peningkatan produktivitas petani padi ini terjadi pada masa tanam pertama. Saat sebelum bergabung dalam program Makmur, angka panen petani padi hanya tercatat sebesar lima ton per hektare. Sekarang angka panennya mencapai sembilan ton per hektare.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, peningkatan produktivitas produk pertanian juga berdampak positif terhadap pendapatan petani di Banyuwangi. Para petani padi yang tergabung dalam program ini mengalami peningkatan keuntungan menjadi sekitar Rp24 juta per hektare dari yang sebelumnya sekitar Rp10 juta per hektare.
 
Gatoet kemudian menjelaskan bahwa program Makmur terdiri dari berbagai aspek yang membantu petani dan budidaya pertanian. Mulai dari pengelolaan budidaya tanaman berkelanjutan, informasi dan pendampingan budidaya pertanian, hingga digital farming dan mekanisme pertanian. Disiapkan juga akses permodalan dan perlindungan risiko pertanian serta adanya offtaker atau jaminan pasar bagi petani.
 
"Program ini adalah kolaborasi dari multi stakeholder, mulai dari perbankan, produsen pupuk, penyedia agro input, sampai pemerintah daerah, petugas PPL, hingga asuransi dan tentunya juga offtaker atau pihak yang membeli hasil panen petani, baik BUMN maupun swasta," papar dia.
 
Sementara itu, salah satu anggota Kelompok Tani Sri Tanjung, Ponidi mengungkapkan bahwa sebelum bergabung dalam program Makmur, tingkat produktivitas produk pertanian yang digarapnya hanya sebesar lima ton per hektare. Setelah bergabung, dirinya berhasil mencatatkan panen komoditas padi sekitar sembilan ton per hektare.
 
Selain itu, dia menceritakan bahwa program Makmur memberikan banyak manfaat mulai dari berbentuk pengawalan dan pendampingan intensif kepada petani.
 
"Dengan adanya program Makmur, menjadi kebanggaan kami dari petani Kelompok Tani Sri Tanjung, khususnya pada Desa Karang Sari. Intinya untuk program Makmur, kami dari petani sangat terbantu," pungkas Ponidi.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif