Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto:MI/M Irfan)
Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto:MI/M Irfan)

Didukung Program Baru, Layanan Asuransi Pertanian Lebih Maksimal

M Studio • 25 Juli 2021 18:16
Jakarta: Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) memaksimalkan lahan pertanian akan semakin masif. Terlebih, pelayanan asuransi pertanian kian ditingkatkan dengan hadirnya program baru, Protan atau Proteksi Pertanian. Lahan pertanian akan lebih terjaga.
 
"Tantangan kita pada masa pandemi adalah terus menyediakan pangan. Artinya, dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh berhenti. Pertanian harus terus berproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat," kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, melalui siaran pers,  Minggu, 25 Juli 2021.
 
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Ali Jamil menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

"Asuransi pertanian adalah bagian dari mitigasi bencana. Asuransi akan menjaga lahan dari perubahan iklim juga serangan organisme pengganggu tanaman dan hama yang bisa menyebabkan gagal panen," katanya.
 
Dalam kondisi gagal panen, asuransi akan mengeluarkan biaya pertanggungan.
 
"Hal inilah yang membuat petani tidak akan merugi meski gagal panen. Mereka tetap memiliki modal untuk tanam kembali," ucapnya.
 
Mengenai premi yang harus dibayarkan dan ganti rugi yang akan diperoleh petani dijelaskan oleh Direktur Pembiayaan Ditjen PSP Kementan Indah Megahwati, tidak akan memberatkan petani. 
 
"Petani hanya harus membayarkan premi sebesar Rp36 ribu per hektare. Jumlah ini tidak akan memberatkan, sebab pemerintah telah memberikan subsisi sebesar Rp144 ribu. Ganti rugi diberikan kepada peserta asuransi yang umur padinya sudah melewati 10 hari, atau tingkat dan luas kerusakan pertaniannya mencapai lebih dari 75 persen. Besarnya ganti rugi adalah Rp6 juta per hektare per musim," ujar Indah.
 
Sebelumnya, Asuransi Jasindo meluncurkan aplikasi Protan atau Proteksi Pertanian sebagai bentuk komitmen untuk mendukung program pemerintah. Protan merupakan hasil inovasi Jasindo untuk memaksimalkan pemanfaatan perkembangan teknologi guna memudahkan pemberian layanan kepada masyarakat. 
 
"Produk digital terbaru yang diluncurkan pada 2021 adalah Aplikasi Protan (Proteksi Pertanian). Aplikasi ini merupakan penyempurnaan dari aplikasi SIAP (Sistem Asuransi Pertanian) yang hadir sejak 2019. Dua aplikasi ini merupakan bentuk komitmen Asuransi Jasindo untuk mendukung program pemerintah," kata Sekertaris Perusahaan Jasindo Cahyo Adi.
 
Sejak 2015, Asuransi Jasindo telah mendapatkan penunjukan dari pemerintah untuk menjalankan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Dalam pengembangannya, dibuat juga program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTSK). 
 
Dengan diluncurkannya aplikasi digital untuk asuransi proteksi pertanian, diharapkan kinerja AUTP dan AUTSK yang tiap tahun terus meningkat akan semakin baik.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan