Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

PPN hingga Lonjakan Permintaan Berpotensi Picu Inflasi 1% di April

Ekonomi Inflasi Ekonomi Indonesia PPN
Antara • 18 April 2022 16:23
Jakarta: Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyebutkan kenaikan permintaan dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang menjadi 11 persen berpotensi memicu inflasi mencapai di atas satu persen pada April 2022.
 
"Kami memperkirakan inflasi pada April bisa berada di atas satu persen jika dibandingkan dengan pergerakan harga pada Maret," katanya, dilansir dari Antara, Senin, 18 April 2022.
 
Yusuf menjelaskan kenaikan tarif PPN mendorong pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian baik harga pokok, produksi, maupun harga jual dari suatu produk dan selisih dari kenaikan ini akan mendorong kenaikan harga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, besaran persen kenaikan harganya pun akan sangat dinamis karena pelaku usaha melakukan penyesuaian yang tidak rigid sesuai dengan kenaikan tarif PPN itu sendiri. Sebagai ilustrasi, jika harga barang sebelum kenaikan PPN Rp10.000 maka harga setelah PPN naik mencapai Rp11.100 mengingat pengenaan PPN 11 persen adalah Rp1.100.
 
Dalam hal tersebut, pedagang bisa saja mengenakan tarifnya di atas Rp11.100 sehingga jumlah ini jika diagregasi tentu akan mendorong kenaikan harga atau inflasi ke arah yang lebih tinggi.
 
"Meski sumbangan antarsatu komoditas dan komoditas lain akan berbeda tetapi jika terjadi perubahan harga dibandingkan periode sebelumnya ini sudah tentu akan tercatat sebagai inflasi,” jelas Yusuf.
 
Terlebih lagi, pada saat yang bersamaan terdapat faktor lain seperti efek dari kenaikan harga pertamax dan seasonal Ramadhan yang pada umumnya mendorong kenaikan harga akibat tingginya permintaan barang dan jasa.
 
Ia menjelaskan pelonggaran mobilitas yang diberlakukan pemerintah berkorelasi positif terhadap aktivitas perekonomian yang akan lebih bergeliat dibandingkan dengan periode sebelumnya. Oleh sebab itu, jika permintaan akibat aktivitas perekonomian ini terjadi maka umumnya akan mendorong kenaikan inflasi.
 
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,66 persen pada Maret 2022 yang didorong oleh komoditas cabai merah, bahan bakar rumah tangga, emas perhiasan serta minyak goreng.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif