Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Medcom.id
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Medcom.id

Resmikan ID Food, Erick Dorong Peningkatan Supply Chain Grup Pangan BUMN

Ekonomi Ketahanan Pangan rni Erick Thohir Holding BUMN Pangan
Nia Deviyana • 12 Januari 2022 18:49
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meresmikan  ID Food sebagai merek dagang dari Holding BUMN Pangan yang dibentuk pada 7 Januari 2022.
 
Erick mengatakan kehadiran ID Food diharapkan mampu meningkatkan supply chain kebutuhan pangan Indonesia.
 
"Holding pangan dengan merek ID Food ini bukan hanya ganti logo, tapi juga harus dipastikan ekosistem yang ada di BUMN mengenai supply chain antara grup pangan BUMN harus bisa diperbaiki dan ditingkatkan," ujar Erick dalam peluncuran ID Food di Museum Fatahilah, Rabu, 12 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erick mendorong ID Food berperan besar bagi kemandirian pangan nasional karena rantai pasokan pangan yang ada selama ini belum memuaskan sehingga kehadiran holding pangan ini diharapkan mampu menjawab ketidakpastian tersebut.
 
"ID Food kita dorong untuk melakukan perbaikan rantai pasokan pangan yang selama ini tidak ada kepastian, tidak ada koordinasi satu dan lainnya," tegas Erick.
 
Tak hanya itu, Erick juga menegaskan kepada PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI selaku Induk Holding BUMN Pangan, agar terbuka terhadap teknologi dan inovasi untuk menjawab tantangan disrupsi yang terjadi saat ini. Menurutnya, kemajuan teknologi berperan penting terhadap keberlangsungan ID Food di masa mendatang.
 
"Kalau tidak dilakukan, jangan kaget 10 tahun lagi Indonesia kalah sama Rwanda, mereka melakukan perubahan besar-besaran untuk agrikultur. Waktu 10 tahun tidak lama, dengan inovasi teknologi, RNI ini bisa," kata Erick.
 
Sebelumnya, Kementerian BUMN secara resmi telah mengalihkan lima saham perusahaan BUMN di bidang pangan, yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Perikanan Indonesia (Persero), PT Berdikari (Persero), dan PT Garam (Persero) kepada PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI selaku perusahaan yang ditunjuk sebagai induk Holding BUMN Pangan.
 
Pembentukan Holding ini juga diharap dapat menciptakan nilai tambah, efisiensi, penguatan rantai pasok, hingga inovasi bisnis model.
 
"Transformasi ini juga selaras dengan keinginan Presiden, bahwa Indonesia membutuhkan sebuah BUMN pangan yang kuat untuk merealisasikan visi Indonesia 2045 di sektor peningkatan ketahanan pangan nasional," pungkasnya.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif