Ilustrasi. Foto: dok MI/Sumaryanto.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Sumaryanto.

Kemenhub Perketat Pengawasan Penerbangan di Masa Nataru

Ekonomi Penerbangan Kementerian Perhubungan Industri Penerbangan natal dan tahun baru
Desi Angriani • 28 Desember 2021 20:56
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat pengawasan penerbangan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan.
 
Kebijakan tersebut tertuang dalam Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: INST 01 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Udara Periode Hari Raya Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 Covid-19.
 
"Instruksi ini akan mengatur ketentuan pelaksanaan bagi Penyelenggara Angkutan Udara, Penyelenggara Bandar Udara, dan Penyelenggara Navigasi Penerbangan, serta unit teknis terkait lainnya," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto dalam siaran pers, Selasa, 28 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam aturan baru ini, Kemenhub akan mengendalikan frekuensi penerbangan pada rute-rute padat dengan tidak memberikan tambahan kapasitas (extra flight), serta membatasi jam operasi bandara.
 
"Inspektur Perhubungan Udara akan meningkatkan pengawasan, pemantauan dan ramp inspection pada operasional operator terkait, termasuk angkutan udara, dan bandar udara," jelasnya.
 
Adapun Posko Pengendalian Transportasi Udara Tingkat Nasional tersebar di 51 bandara tujuan domestik maupun internasional, dan dimonitor melalui Posko Pengendalian Terpadu di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan mulai 17 Desember 2021 hingga 4 Januari 2022.
 
Sementara itu, Kantor Otoritas Bandar Udara yang tersebar di sepuluh wilayah di Indonesia, diminta melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) setempat untuk penanganan pelaksanaan protokol kesehatan, dan mangantisipasi lonjakan pada puncak arus mudik dan arus balik.
 
"Kami berharap agar pelaksanaan Nataru berjalan lancar dengan memenuhi aspek 3S+1C (safety, security, services, and compliances) serta mengedepankan penerapan protokol kesehatan yang ketat untuk menghindari penyebaran covid-19," pungkas dia.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif