Ilustrasi Ekspor Batu Bara. Foto : AFP.
Ilustrasi Ekspor Batu Bara. Foto : AFP.

Presiden Jokowi Groundbreaking Proyek Gasifikasi Batu Bara di Muara Enim

Eko Nordiansyah • 24 Januari 2022 11:47
Jakarta: Presiden Joko Widodo menyaksikan groundbreaking proyek hilirisasi batu bara di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. Proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) ini merupakan hasil investasi kerja sama dengan perusahaan pengolahan gas asal Amerika Serikat Air Products and Chemicals, Inc (APCI).
 
Dalam sambutannya, Jokowi menyebut, proyek ini sebenarnya sudah direncanakan sejak enam tahun lalu, namun baru bisa terealisasi tahun ini. Meskipun masih membutuhkan waktu untuk konstruksi, ia berharap upaya ini bisa menjadi langkah pemerintah untuk hilirisasi dan industrialisasi sehingga bisa mengurangi impor.
 
"Ini sudah enam tahun yang lalu saya perintah, tetapi Alhamdulillah hari ini meskipun dalam jangka pendek belum bisa dimulai, Alhamdulillah hari ini bisa kita mulai groundbreaking proyek hilirisasi proyek batu bara menjadi DME," kata dia dalam video conference, Senin, 24 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan selama berpuluh-puluh tahun, Indonesia nyaman dengan impor elpiji. Padahal dengan sumber daya yang dimiliki, seharusnya Indonesia bisa menikmati hasil alam yang lebih besar dibandingkan hanya menggunakan produk yang dihasilkan negara lain tanpa memberi nilai tambah bagi ekonomi dan rakyat.
 
"Memang duduk di zona nyaman itu paling enak. Impor-impor, enggak berpikir bahwa negara itu dirugikan, rakyat dirugikan karena enggak terbuka lapangan pekerjaan. Ini yang kita kejar, selain kita bisa perbaiki neraca perdagangan kita, neraca transaksi berjalan kita karena kita enggak impor," ungkapnya.
 
Dalam Nota Kesepahaman dengan Air Products, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, nilai investasi megaproyek ini mencapai USD15 miliar untuk bidang industri gasifikasi batu bara dan turunannya. Selain mendorong hilirisasi sumber daya alam, kerja sama ini akan meningkatkan substitusi impor.
 
"Air Products ini bekerja sama dengan PTBA, Pertamina di wilayah Sumatra Selatan. Kami menyampaikan realisasi investasi ini sebesar Rp3 triliun waktunya seharusnya 36 bulan tapi kami rapat dengan Air Products kami minta 30 bulan selesai," ujar Bahlil.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif