Ilustrasi konsumen rumah tangga - - Foto: dok MI
Ilustrasi konsumen rumah tangga - - Foto: dok MI

Survei BI: Optimisme Konsumen Masih Kuat

Husen Miftahudin • 09 Maret 2022 14:58
Jakarta: Survei Bank Indonesia (BI) pada Februari 2022 mengindikasikan keyakinan konsumen tetap kuat atau berada pada area optimistis, meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. 
 
Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2022 yang tercatat sebesar 113,1, lebih rendah dari 119,6 pada bulan sebelumnya namun masih berada dalam level optimistis (lebih dari 100).
 
"Melemahnya IKK Februari 2022 bersumber dari termoderasinya kedua indeks pembentuk IKK dimana Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masing-masing tercatat sebesar 95,5 dan 130,8. Angka ini lebih rendah dari 100,9 dan 138,3 pada bulan sebelumnya," ungkap hasil Survei Konsumen Bank Indonesia, Rabu, 9 Maret 2022.
 
Dijelaskan lebih lanjut, penurunan IKK terjadi pada seluruh kategori tingkat pengeluaran responden, terutama responden dengan pengeluaran Rp1 juta sampai Rp2 juta per bulan dan seluruh kelompok usia. Sementara itu, secara spasial, keyakinan konsumen terpantau melemah di 16 kota yang disurvei, dengan penurunan terdalam terjadi di kota Mataram (-20,0 poin), Banjarmasin (-14,1 poin), Jakarta (-10,9 poin), dan Makassar (-10,9 poin).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, konsumen mempersepsikan kondisi ekonomi saat ini belum sesuai yang diharapkan, ditengarai sejalan dengan meningkatnya kasus covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang lebih ketat di berbagai wilayah di Indonesia.
 
Melemahnya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) pada Februari 2022 tercermin dari IKE yang tercatat sebesar 95,5. Angka ini lebih rendah dari 100,9 pada bulan sebelumnya.
 
"Penurunan tersebut disebabkan oleh melemahnya seluruh komponen pembentuk IKE, terdalam pada Indeks Penghasilan Saat Ini yang tercatat sebesar 102,5 atau turun sebesar 9,4 dari bulan sebelumnya," jelas BI.
 
Sedangkan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja dan Indeks Pembelian Durable Goods juga tercatat turun masing-masing minus 6,6 dan minus 0,3 poin menjadi 89,9 dan 94,0. Secara spasial, penurunan IKE terjadi di 11 kota yang disurvei dengan penurunan terdalam di kota Banjarmasin (-20,0 poin), diikuti Mataram (-18,8 poin) dan DKI Jakarta (-13,6 poin).
 
Adapun persepsi konsumen terhadap penghasilan saat ini dibandingkan enam bulan yang lalu melemah dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan Indeks Penghasilan Saat ini terjadi pada seluruh kategori pengeluaran, terutama pada kelompok responden dengan tingkat pengeluaran Rp2,1 juta sampai Rp3 juta per bulan.
 
"Penurunan Indeks Penghasilan Saat Ini juga terjadi pada hampir seluruh kategori usia responden," terang survei Bank Indonesia tersebut.
 
Persepsi konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini juga terpantau menurun pada Februari 2022. Penurunan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja Saat Ini terjadi pada mayoritas kelompok pendidikan responden, terutama responden dengan latar belakang pendidikan akademi dan seluruh kelompok usia responden.
 
Sejalan dengan melemahnya keyakinan konsumen terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja saat ini, persepsi konsumen terhadap ketepatan waktu pembelian barang tahan lama (durable goods) juga melemah.
 
"Indeks Pembelian Durable Goods terpantau menurun pada sebagian kategori tingkat pengeluaran responden, terdalam pada responden dengan pengeluaran Rp3,1 juta hingga Rp4 juta per bulan dan hampir seluruh kelompok usia responden," pungkas survei BI.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif