Di tengah peluang tersebut, Global Energy Leader Arup, John Ammentorp, menilai ada satu aspek yang perlu diperhatikan ketika kebutuhan listrik baru terus bermunculan, yaitu lokasi permintaan listrik.
Menurut John, perencana sistem energi perlu mengetahui dampak ketika kebutuhan listrik dalam jumlah besar ditambahkan ke suatu wilayah.
"Dampak seperti apa yang akan timbul jika terjadi peningkatan permintaan di wilayah-wilayah tersebut?” ujarnya dikutip pada Sabtu, 26 September 2026.
Pertumbuhan data center berarti munculnya pusat konsumsi listrik baru. Karena itu, menurut John, pembangunan kebutuhan listrik masa depan sebaiknya tidak hanya melihat ketersediaan lahan atau sumber energi, tetapi juga kondisi sistem kelistrikan di lokasi tersebut.
Ia menjelaskan, pemodelan digital dapat membantu melihat bagaimana aliran energi berubah ketika permintaan maupun pembangkit baru ditambahkan.
"Dampak apa yang akan terjadi ketika pengadaan tenaga surya masif dilakukan di sini, dan lebih banyak pembangkit listrik tenaga air di sini, dan hal-hal seperti itu,” tambahnya.
Pendekatan tersebut dapat membantu menentukan lokasi yang paling memungkinkan untuk menampung pertumbuhan kebutuhan listrik tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap sistem yang sudah ada.
Jangan Sampai Pertumbuhan Beban Membebani Sistem
John mengatakan perencana juga perlu memperkirakan titik-titik yang berpotensi menjadi bottleneck ketika kebutuhan listrik meningkat.
“Itulah beberapa hal yang telah kami lakukan untuk sejumlah klien dan negara, seperti menelaah bagaimana alur kerja yang di masa mendatang, hambatan apa saja yang perlu diwaspadai, serta bagaimana cara mengatasi berbagai kendala tersebut,” ujarnya.
Karena itu, lokasi pertumbuhan permintaan listrik perlu dipertimbangkan sejak awal. John menyebut penempatan kebutuhan listrik masa depan di lokasi yang lebih mudah dikembangkan jaringannya dapat membantu menghindari kelebihan beban pada jaringan yang ada.
“Kita perlu fokus pada lokasi yang paling memudahkan pengembangan jaringan lebih lanjut serta menempatkan sebagian beban permintaan masa depan agar tidak membebani jaringan yang sudah ada secara berlebihan,” jelas John.
Bagi Indonesia, pendekatan ini bisa menjadi penting ketika pemerintah bersamaan mendorong pertumbuhan data center dan pemanfaatan energi terbarukan. Pembangunan pusat data ke depan tidak hanya soal di mana tersedia lahan dan listrik murah, tetapi juga apakah lokasi tersebut mampu mendukung kebutuhan listrik dalam jangka panjang. (Wisa Irena Br Sitepu).