John Ammenntorp. Foto: Medcom/Wisa Irena Br Sitepu
John Ammenntorp. Foto: Medcom/Wisa Irena Br Sitepu

Pemerataan Listrik Indonesia Tak Cukup Bangun Jaringan, Arup Soroti Peran Data

Annisa ayu artanti • 25 September 2026 17:28
Ringkasnya gini..
  • Kondisi geografis Indonesia membuat pemerataan jaringan listrik menjadi tantangan tersendiri.
  • Arup menilai data dan digitalisasi penting untuk memetakan aliran listrik.
  • Perencanaan grid perlu memperhitungkan kebutuhan listrik masa depan agar jaringan tidak kelebihan beban.
Jakarta: Indonesia menghadapi tantangan besar untuk memastikan pembangunan jaringan listrik tidak hanya terkonsentrasi di wilayah yang infrastrukturnya sudah berkembang. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan karakteristik wilayah dan kepadatan penduduk yang berbeda membuat pemerataan infrastruktur kelistrikan membutuhkan perencanaan yang lebih kompleks.

John menyebut pemerataan jaringan listrik tetap memungkinkan meski kondisi geografisnya sangat beragam. Namun, pembangunan tersebut perlu didukung kemampuan untuk memahami kondisi jaringan yang ada serta memproyeksikan kebutuhan listrik pada masa mendatang.

"Salah satu hal yang telah banyak kami upayakan sebagai perusahaan adalah melakukan digitalisasi untuk memperoleh wawasan lebih mendalam mengenai aliran energi.," ujar John dalam wawancara eksklusif bersama Global Energy Leader Arup, John Ammentorp, pada Jumat 25 September 2026

Menurutnya, digitalisasi dapat membantu melihat bagaimana sistem kelistrikan akan merespons perubahan kebutuhan. Misalnya, ketika permintaan listrik meningkat di suatu wilayah atau ketika pembangkit energi seperti tenaga surya dan hidro ditambahkan di lokasi tertentu.

Selain itu, pemetaan aliran energi dapat membantu menentukan bagaimana jaringan listrik yang sudah tersedia dimanfaatkan secara optimal. Data tersebut juga dapat digunakan untuk mengetahui dampak penambahan pembangkit maupun permintaan listrik di wilayah tertentu.

Dengan informasi tersebut, pengembangan jaringan dapat dilakukan secara lebih terarah. Pemerintah dan operator sistem dapat mengetahui bagian jaringan yang berpotensi mengalami tekanan serta menentukan kebutuhan penguatan infrastruktur.

"Bisa dikatakan, kunci untuk membuka potensi tersebut serta menyeimbangkannya dilakukan dengan cara sebaik mungkin seperti dengan memiliki data semacam itu," kata John.

Pemahaman tersebut juga dapat membantu membuat pengembangan jaringan lebih terjangkau karena infrastruktur yang sudah ada bisa dimanfaatkan secara lebih optimal.
 


Jangan Sampai Jaringan Baru Justru Kelebihan Beban


Menurut John, pembangunan jaringan tidak bisa hanya didasarkan pada kebutuhan listrik saat ini. Perencana perlu memperhitungkan bagaimana sistem tersebut akan beroperasi ketika permintaan listrik dan pembangkit baru terus bertambah.

"Kita harus emiliki wawasan yang memadai mengenai bagaimana jaringan beroperasi saat ini dan bagaimana jaringan tersebut berpotensi beroperasi di masa depan," ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan jaringan dapat diarahkan ke lokasi yang paling memungkinkan untuk diperkuat. Pada saat yang sama, kebutuhan listrik baru juga perlu ditempatkan dengan mempertimbangkan kemampuan jaringan yang tersedia.

John menilai hal tersebut penting agar jaringan tidak mengalami kelebihan beban dan sistem kelistrikan dapat menjadi lebih tangguh.

Persoalan tersebut menjadi semakin penting ketika Indonesia memasuki fase pengembangan energi terbarukan. Sumber energi baru tidak selalu berada di dekat pusat permintaan listrik. Karena itu, pengembangan pembangkit, jaringan transmisi, dan pusat konsumsi harus dilihat sebagai satu kesatuan.

Dilansir dari laman resminya, PLN telah mengembangkan konsep Green Enabling Super Grid untuk mengatasi ketidaksesuaian lokasi antara sumber energi terbarukan dan pusat beban listrik.

PLN menyebut sumber energi seperti surya, angin, hidro, dan panas bumi kerap berada jauh dari wilayah dengan kebutuhan listrik tinggi sehingga membutuhkan penguatan jaringan transmisi jarak jauh. (Wisa Irena Br Sitepu)
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan