Sejumlah kecamatan menjadi fokus utama operasi relawan. Di Kecamatan Rantau, tim memprioritaskan normalisasi akses desa dengan melakukan penggalian parit serta pembersihan badan jalan menuju Kampung Durian. Upaya ini bertujuan mengembalikan fungsi jalan yang sempat terputus akibat tertimbun lumpur dan material sisa banjir.
Sementara itu, Kecamatan Simpang Jernih menjadi salah satu wilayah prioritas karena terdampak banjir bandang dan tanah longsor. Di lokasi ini, relawan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material lumpur dan puing yang menutup akses jalan serta mengganggu aktivitas warga.
Operasi bantuan juga difokuskan pada wilayah pesisir dan sepanjang aliran sungai yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Untuk menjangkau daerah-daerah terisolir tersebut, Tim Relawan Solidarity for Humanity membagi operasi ke dalam dua kelompok kerja, yakni tim darat dan tim laut. Sebanyak delapan personel khusus diterjunkan dalam tim laut guna menyalurkan bantuan melalui jalur perairan.
Selain penanganan di tingkat desa, relawan Jhonlin Group turut menyasar infrastruktur publik yang terdampak parah. Alat berat dikerahkan untuk membersihkan material sisa bencana yang menimbun permukiman warga serta memperbaiki jalan-jalan utama yang terputus di berbagai titik di Aceh Tamiang.
Langkah pemetaan lokasi dan pembagian titik operasional ini menjadi bagian dari strategi percepatan pemulihan pascabencana. Dengan fokus pada wilayah prioritas dan akses terisolir, kehadiran relawan diharapkan dapat mempercepat pemulihan mobilitas, distribusi bantuan, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News