Ilustrasi pelaku UMKM. Foto: dok MI/Palce Amalo.
Ilustrasi pelaku UMKM. Foto: dok MI/Palce Amalo.

Kunci UMKM Bangkit di 2021

Ekonomi UMKM Kementerian Koperasi dan UKM Ekonomi Digital
M Iqbal Al Machmudi • 02 Januari 2021 14:12
Jakarta: Kementerian Koperasi dan UKM meminta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melakukan digitalisasi untuk mempercepat pemulihan dari pandemi covid-19.
 
Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit menegaskan digitalisasi bagi pelaku UMKM harus didorong oleh pemerintah.
 
"Kami mengharapkan tidak hanya pemerintah yang melakukan perbaikan database, kolaborasi, dan membuka berbagai akses bagi UMKM melalui berbagai kebijakan, tetapi UMKM juga harus konsolidasi, digitalisasi, kreatif, serta inovatif berbasis R&D," kata Victoria dalam pernyataan tertulis, Sabtu, 2 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal itu dikarenakan UMKM merupakan sektor yang harus pulih lebih dulu. Karena, 99 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM dan penyerapan tenaga kerjanya mencapai 97 persen.
 
"Masyarakat harus terlibat secara nyata, yakni dengan belanja produk UMKM supaya ekonomi bisa tetap bergulir," ujarnya.
 
Menurutnya sektor yang mudah untuk digarap pada 2021 mendatang ialah pertanian. "Kita lihat data, sektor pertanian ini trennya tetap positif. Terakhir di kuartal III-2020 angkanya di 2,15 persen. Ini potensi. Pangan itu tetap dibutuhkan meski pandemi menerjang," ulas Victoria.
 
Menurut Victoria, pemerintah telah melakukan berbagai kolaborasi. Di antaranya, alokasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Rp123,46 triliun untuk UMKM dan berbagai program lintas stakeholders telah ditempuh sebagai langkah gotong-royong untuk memastikan UMKM bertahan di tengah dampak covid-19 yang kian menyesakkan.
 
KemenKopUKM juga telah melakukan enam program PEN khusus UMKM, mulai dari Restrukturisasi Usaha hingga Banpres Produktif 3,4 juta unit UMKM on boarding, Rp303 triliun potensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP).
 
Selain itu sebanyak Rp35 triliun potensi belanja BUMN, 27 juta masker UMKM senilai Rp150 miliar, kolaborasi sembilan agregator untuk pemenuhan tujuh komoditas pangan masyarakat dari KUMKM melalui sembilan Klaster Pangan BUMN.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif