PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengakui pihaknya ketinggalan dalam mengembangkan pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter nikel dibandingkan dengan Tiongkok. Foto: Dok.MI
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengakui pihaknya ketinggalan dalam mengembangkan pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter nikel dibandingkan dengan Tiongkok. Foto: Dok.MI

Antam Tertinggal Dalam Perkembangan Pembangunan Smelter

Ekonomi Antam tiongkok smelter
Annisa ayu artanti • 29 September 2020 17:42
Jakarta: PT Aneka Tambang Tbk(ANTM) atau Antam mengakui pihaknya ketinggalan dalam mengembangkan pabrik pengolahan dan pemurnian atau smelter nikel dibandingkan dengan Tiongkok.
 
Direktur Utama Antam Dana Amin mengatakan pengembangan smelter yang tidak pernah dimasukkan dalam rencana pengembangan perusahaan membuat pengerjaannya tidak menjadi prioritas. Alhasil, saat ini perusahaan smelter asal Tiongkok menguasai Tanah Air.
 
"Memang vakum lama tidak investasi di smelter. Investor Tiongkok masuk jadi cambuk untuk cepat berinvestasi di smelter," kata Dana dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR-RI, Selasa, 29 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu anggota Komisi VI DPR-RI Andre Rosiade mensinyalir ada sesuatu yang ditutupi oleh perusahaan tambang pelat merah tersebut. Ia pun memintanya untuk terbuka kepada publik.
 
"Apakah ada kemudahan yang tidak diberikan pemerintah ke Antam, atau kesulitan keuangan makanya smelter enggak terbangun, harusnya terbuka saja ke publik," tanya Andre.
 
Dana kembali menjelaskan, kinerja bisnis Antam selama ini bergantung pada kondisi komoditas pasar Internasional. Sementara pergerakan market sangat fluktuatif. Sehingga Antam tak mengembangkan investasi smelter.
 
"Komoditas market fluktuatif, kerja enam bulan hasilnya Rp68 miliar. Juli-Agustus hasilnya 10 kali dari enam bulan. Kita sangat rentan dengan komoditas market," jelas Dana.
 
Adapun smelter Antam yang sudah dibangun hingga kini adalah smelter feronikel (FeNi 1), FeNi 2, dan FeNi 3 di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Lalu smelter grade alumina refinery (SGAR) di Tayan, Kalimantan Barat, dan smelter feronikel di Halmahera Timur.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif