Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), yang diperingati setiap 1 Mei menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis dan produktif antara pekerja dan pengusaha.
Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), yang diperingati setiap 1 Mei menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis dan produktif antara pekerja dan pengusaha.

May Day 2026: Saatnya Buruh & Pengusaha Perkuat Kolaborasi

Arif Wicaksono • 01 Mei 2026 14:13
Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meyakini peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), yang diperingati setiap 1 Mei menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis dan produktif antara pekerja dan pengusaha.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan, pihaknya memandang peringatan May Day sebagai kesempatan untuk mempererat sinergi antara pekerja dan pemberi kerja.
 
Baca juga:  Sejarah Hari Buruh Internasional yang Diperingati Setiap 1 Mei

Dalam konteks tersebut, Kadin secara konsisten menggunakan istilah pekerja dibandingkan buruh, karena dinilai lebih mencerminkan posisi strategis dalam ekosistem ekonomi modern.

Lebih lanjut, di tengah perkembangan ekonomi digital dan kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan, Kadin menegaskan bahwa pekerja merupakan bagian penting dari sumber daya manusia (SDM) yang menjadi penentu kemajuan perusahaan. Oleh karena itu, pekerja dipandang bukan sekadar faktor produksi, melainkan mitra utama pengusaha.

“Kami memandang pekerja sebagai mitra strategis. Kemajuan perusahaan tidak mungkin tercapai tanpa kontribusi SDM yang unggul, produktif, dan adaptif terhadap perubahan,” ujar Anindya dikutip dari Antara
 
Ia juga menyampaikan apresiasi atas peringatan May Day yang berlangsung di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di kawasan Silang Monas, Jakarta, yang dihadiri sekitar 200.000 pekerja serta Presiden Prabowo Subianto.
 
Kadin juga menyatakan dukungan terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang disampaikan Presiden dalam pidato May Day 2026, termasuk peningkatan upah minimum, perlindungan sosial, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan pelatihan vokasi.
 
Sejumlah program seperti bantuan subsidi upah, insentif pajak, pembangunan rumah bagi pekerja, hingga perluasan jaminan sosial ketenagakerjaan dinilai sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan.
 
Selain itu, upaya penciptaan lapangan kerja melalui investasi dan hilirisasi industri disebut menjadi fondasi penting bagi penyerapan tenaga kerja nasional.
 
Sebagai mitra strategis pemerintah, Kadin mendorong dunia usaha untuk terus memperluas kesempatan kerja, terutama bagi generasi muda dan pencari kerja.
 
Kadin juga berkomitmen memperkuat kolaborasi melalui peningkatan produktivitas, pengembangan keterampilan, serta adopsi teknologi.
 
“Kesejahteraan pekerja dan keberlanjutan usaha adalah dua sisi yang tidak terpisahkan. Ketika perusahaan tumbuh, pekerja akan ikut sejahtera. Ketika pekerja produktif, perusahaan akan semakin kuat,” tegas Anin.
 
Kadin berharap peringatan May Day dapat terus dirayakan secara damai, konstruktif, dan penuh semangat kebersamaan. Di tengah tantangan global, menjaga iklim usaha yang kondusif dinilai menjadi kunci agar investasi terus tumbuh dan lapangan kerja semakin terbuka.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan