Pemanfaatan limbah kelapa menjadi kerajinan di Bitung. Foto: Pertamina
Pemanfaatan limbah kelapa menjadi kerajinan di Bitung. Foto: Pertamina

Limbah Kelapa Diolah Jadi Kerajinan Bernilai Jual

Rizkie Fauzian • 16 Oktober 2026 10:34
Ringkasnya gini..
  • Kaleb Community di Bitung memanfaatkan sekitar 20 kilogram limbah kelapa per bulan untuk membuat kerajinan bernilai ekonomi melalui program PADU.
  • Pengembangan usaha diarahkan pada perluasan pemasaran dan penjajakan wisata edukatif yang menggabungkan kerajinan, pengenalan bahasa isyarat, serta usaha kedai kopi.
  • Pemanfaatan limbah kelapa menjadi produk kreatif membuka peluang penerapan ekonomi sirkular sekaligus pengembangan usaha inklusif bagi penyandang disabilitas.
Bitung: Pemanfaatan limbah kelapa menjadi kerajinan membuka peluang pengembangan usaha ekonomi kreatif di Bitung, Sulawesi Utara. Melalui Kaleb Community, sekitar 20 kilogram limbah kelapa dimanfaatkan setiap bulan sebagai bahan baku produk bernilai jual, sekaligus membuka peluang pendapatan bagi penyandang disabilitas.

Kelompok binaan program Pusat Ajar Disabilitas Unggul (PADU) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung ini mengolah kayu kelapa, batok kelapa, dan sabut kelapa menjadi produk kerajinan. Jika berjalan konsisten selama setahun, pemanfaatan limbah tersebut diperkirakan mencapai 240 kilogram, menyesuaikan permintaan produk.

Pengembangan usaha ini masih membutuhkan penguatan kapasitas produksi, pemasaran, dan akses pasar agar pemanfaatan bahan baku lokal dapat memberikan nilai tambah ekonomi secara berkelanjutan.

Bidik Peluang Pasar dan Usaha Baru

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui IT Bitung mendorong pengembangan Kaleb Community agar memiliki jangkauan pemasaran lebih luas. Salah satu peluang yang tengah dijajaki adalah pengembangan kelompok tersebut sebagai destinasi wisata edukatif berbasis kerajinan limbah kelapa dan inklusivitas.

Konsep ini direncanakan mencakup lokakarya pembuatan kerajinan, pengenalan bahasa isyarat bersama teman tuli, serta pengalaman menikmati kopi dari Cue Cafe, salah satu unit usaha Kaleb Community. Pengunjung juga dapat memperoleh produk kerajinan hasil karya anggota kelompok.

Jika terealisasi, konsep tersebut berpotensi membuka sumber pendapatan tambahan melalui penjualan kerajinan, kegiatan edukasi, dan layanan bagi pengunjung. Pengembangan ini juga dapat memperluas pasar produk sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif lokal.
 

Meski demikian, realisasi peluang tersebut masih membutuhkan pengembangan konsep, kesiapan operasional, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, dan pemangku kepentingan lainnya.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan program PADU diarahkan untuk meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas sekaligus mendorong kegiatan usaha yang memiliki nilai ekonomi.

“Pemberdayaan yang berkelanjutan perlu memberikan ruang bagi setiap orang untuk mengembangkan potensi dan mengambil peran sesuai kemampuannya. Melalui PADU, Pertamina mendukung peningkatan keterampilan penyandang disabilitas sekaligus mendorong tumbuhnya kegiatan usaha yang memiliki nilai ekonomi. Kami berharap pendampingan ini dapat menjadi pijakan bagi Kaleb Community untuk semakin mandiri dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Lilik.

Mega Yanti Makaminang, Regenerasi Local Hero Program PADU Pertamina Patra Niaga IT Bitung, menjelaskan pendampingan dilakukan untuk membantu anggota kelompok mengembangkan keterampilan dan berpartisipasi dalam kegiatan usaha produktif.

Melalui kegiatan Trainers of Trainer (ToT), para tutor mendapatkan pelatihan dari tenaga profesional sebelum mendampingi anggota kelompok dalam proses produksi. Pembagian peran disesuaikan dengan keterampilan, minat, dan kebutuhan aksesibilitas masing-masing anggota.

Selain terlibat dalam pembuatan kerajinan, anggota kelompok dapat mengambil peran dalam pemasaran, komunikasi produk, dan aktivitas usaha lainnya sesuai kemampuan.

Pendekatan tersebut diharapkan memperluas partisipasi penyandang disabilitas dalam kegiatan ekonomi, sekaligus mendukung pengembangan usaha yang lebih inklusif.

Pemanfaatan Limbah dan Ekonomi Sirkular

Pengolahan kayu, batok, dan sabut kelapa menjadi kerajinan juga memperlihatkan peluang penerapan ekonomi sirkular pada skala usaha masyarakat. Material yang sebelumnya menjadi sisa dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku produk yang memiliki nilai jual.

Selain mengoptimalkan penggunaan sumber daya lokal, pendekatan ini membuka peluang pengembangan produk kreatif yang mengangkat karakteristik daerah. Keberlanjutan usaha tetap bergantung pada ketersediaan bahan baku, kualitas produk, permintaan pasar, dan kemampuan kelompok memenuhi pesanan.

Mega berharap kegiatan pendampingan dapat menjadi pijakan bagi Kaleb Community untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan memperluas jangkauan pemasaran.

Pengembangan usaha berbasis limbah kelapa tersebut memperlihatkan bagaimana pemanfaatan sumber daya lokal dapat dipadukan dengan ekonomi kreatif dan pemberdayaan tenaga kerja inklusif. Dengan penguatan produksi dan akses pasar, kegiatan ini berpeluang berkembang dari pelatihan keterampilan menjadi usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan