Lombok: Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk memperluas pemasaran produk. Dua UMKM lokal, yakni Loyok Kreatif dan D’Etnick Istana Mutiara Lombok, dipasarkan sebagai official merchandise selama penyelenggaraan ajang balap internasional tersebut.
Melalui booth MyPertamina di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, produk kerajinan anyaman bambu dan aksesori mutiara diperkenalkan kepada pengunjung, termasuk dari mancanegara.
VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyelenggaraan ajang internasional dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan produk ekonomi kreatif daerah sekaligus membuka akses pasar baru bagi pelaku usaha lokal.
“Melalui Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, kami ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk para pelaku UMKM lokal. Produk kerajinan yang dipasarkan sebagai official merchandise di booth MyPertamina menjadi salah satu cara untuk mempertemukan karya perajin Lombok dengan pengunjung ajang internasional,” ujar Kitty dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Oktober 2026.
Salah satu UMKM yang berpartisipasi adalah Loyok Kreatif, usaha kerajinan anyaman bambu yang diprakarsai Agus Hartadi pada 2017. Berlokasi di Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, usaha ini mengembangkan keterampilan menganyam yang diwariskan secara turun-temurun menjadi produk seperti tas dan berbagai kerajinan berbahan bambu, rotan, serta material lainnya.
Loyok Kreatif memadukan teknik tradisional dengan desain yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Keikutsertaan dalam ajang balap internasional tersebut memberikan kesempatan bagi produknya untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Agus Hartadi merupakan pelaku UMKM penyandang disabilitas yang mengembangkan usaha kerajinan sekaligus membuka peluang kegiatan produktif bagi masyarakat sekitar. Usaha ini juga menjadi salah satu upaya mempertahankan keterampilan menganyam sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.
Selain kerajinan anyaman, produk aksesori dan perhiasan mutiara dari D’Etnick Istana Mutiara Lombok turut dipasarkan melalui booth MyPertamina. Usaha milik Janual Aidi tersebut mengembangkan produk berbahan mutiara dengan beragam desain yang mengangkat karakter khas Lombok.
Janual mengatakan, partisipasi dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen lokal maupun mancanegara. Selain penjualan selama acara, kegiatan tersebut dinilai membuka peluang untuk mengembangkan pemasaran setelah ajang berakhir.
“Event ini sangat penting bagi kami karena tidak hanya mendatangkan customer pada hari pelaksanaan, tetapi juga memberikan database berupa kontak dan asal negara pengunjung yang dapat kami manfaatkan untuk menentukan target pasar. Kami juga berterima kasih kepada Pertamina Patra Niaga karena telah memberikan ruang bagi produk mutiara Lombok untuk dikenal lebih luas,” ujar Janual.
Kehadiran kedua UMKM tersebut memperlihatkan beragam potensi ekonomi kreatif Lombok, mulai dari kerajinan anyaman bambu hingga perhiasan mutiara. Pemasaran melalui ajang internasional dapat menjadi salah satu jalur bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, menjangkau calon pelanggan, dan mengembangkan pasar.
Kitty mengatakan, dukungan terhadap UMKM perlu disertai kesempatan pemasaran yang dapat mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen secara langsung.
“Partisipasi UMKM dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia merupakan bentuk dukungan agar pelaku usaha lokal memiliki kesempatan untuk tumbuh, memperkenalkan produknya, dan menjangkau konsumen baru,” katanya.
PT Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus mendorong pemberdayaan UMKM melalui pembinaan dan perluasan akses pasar. Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam ajang internasional diharapkan dapat membantu memperluas pengenalan produk dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Lombok.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan