Ilustrasi bisnis kopi. Foto: Magnific
Ilustrasi bisnis kopi. Foto: Magnific

7 Tren Bisnis Kopi 2026, dari Protein Coffee hingga Layanan Langganan

Annisa ayu artanti • 27 Oktober 2026 12:04
Ringkasnya gini..
  • Tren bisnis kopi berkembang dari kopi premium dan minuman berprotein hingga kopi siap minum yang praktis untuk konsumen.
  • Layanan berlangganan dan racikan rasa unik membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menawarkan pengalaman kopi yang berbeda.
  • Praktik pertanian berkelanjutan dan transparansi asal biji kopi dapat menjadi nilai tambah bagi bisnis kopi.
Jakarta: Bisnis kopi tidak lagi hanya soal menjual es kopi susu atau menyajikan latte. Pelaku usaha kini bisa mengeksplorasi berbagai ide, mulai dari kopi premium, minuman dengan tambahan protein, racikan rasa unik, hingga layanan berlangganan yang membuat pelanggan menerima kopi langsung di rumah.

Peluang ini muncul seiring berkembangnya pilihan dan kebiasaan konsumen dalam menikmati kopi. 

Melansir laman BCA Prioritas, Selasa, 27 Oktober 2026, International Coffee Organization memperkirakan konsumsi kopi dunia mencapai 175,1 juta karung pada 2024/2025. Besarnya pasar tersebut membuka ruang bagi berbagai model usaha, dari penjualan biji kopi hingga minuman siap minum.

Bagi pelaku usaha, mengikuti tren bukan berarti harus meniru semua produk yang sedang ramai. Memahami kebutuhan pelanggan bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan menu, layanan, dan pengalaman yang membuat bisnis lebih menonjol.

Berikut tujuh tren bisnis kopi yang bisa menjadi inspirasi untuk mengembangkan usaha.

1. Kopi Premium dengan Rasa yang Lebih Khas


Konsumen yang ingin menikmati kopi dengan karakter rasa tertentu membuka peluang bagi bisnis kopi premium. Daya tariknya bukan hanya harga atau kemasan, tetapi juga kualitas biji, teknik penyeduhan, dan kemampuan barista dalam menyajikan rasa yang konsisten.

Laporan National Coffee Association pada September 2026 mencatat konsumsi kopi spesialti di Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi. Minuman berbasis espresso turut mendorong perkembangan tersebut.

Pelaku usaha bisa memanfaatkan tren ini dengan menawarkan pilihan biji kopi dari berbagai daerah, menjelaskan karakter rasa setiap biji, atau menghadirkan metode seduh yang berbeda. Dengan begitu, pelanggan punya alasan untuk mencoba sesuatu yang lebih spesifik daripada kopi biasa.
   

2. Kopi dengan Tambahan Protein


Kopi juga mulai dipadukan dengan bahan yang menawarkan fungsi tambahan, salah satunya protein. Inovasi ini menyasar konsumen yang ingin menikmati kopi sekaligus menambah asupan protein melalui minumannya.

Salah satu contohnya adalah Protein Cold Foam, yaitu busa dingin dengan tambahan protein yang digunakan sebagai pelengkap minuman kopi. Starbucks memperluas kehadiran produk ini ke sejumlah pasar Asia Pasifik pada 2026, termasuk Indonesia.

Bagi pelaku usaha, tren tersebut bisa menjadi inspirasi untuk mengembangkan menu kopi dengan tambahan protein. Namun, komposisi, rasa, kandungan gizi, dan informasi produk perlu diperhatikan agar klaim manfaatnya tetap akurat.

3. Kopi Dingin Hadir dengan Beragam Teknik Seduh


Kopi dingin punya banyak pilihan, bukan hanya es kopi yang diseduh seperti biasa. Beberapa metode yang bisa dijadikan inspirasi menu adalah cold brew, kopi nitro, dan flash brew.

Cold brew dibuat dengan merendam kopi dalam air dingin selama proses ekstraksi. Kopi nitro menggunakan tambahan nitrogen untuk menghasilkan tekstur yang lebih lembut, sedangkan flash brew diseduh dengan air panas langsung di atas es.

Perbedaan metode tersebut menghasilkan karakter minuman yang tidak sama. Pelaku usaha bisa menawarkan beberapa pilihan agar pelanggan dapat menemukan jenis kopi dingin sesuai selera mereka.

4. Kopi Siap Minum yang Praktis


Tidak semua konsumen punya waktu untuk mampir ke kedai kopi. Karena itu, kopi siap minum dalam botol atau kaleng bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati kopi saat bekerja, bepergian, atau beraktivitas.

Produk dalam kategori ini juga semakin beragam, baik dari sisi campuran bahan maupun rasa. La Colombe, misalnya, menawarkan Oatmilk Vanilla Draft Latte dalam kemasan kaleng, yang memadukan kopi, susu oat, dan vanila.

Bagi pelaku usaha, kopi siap minum bisa dikembangkan sebagai produk untuk dibawa bepergian atau disimpan untuk dikonsumsi kemudian. Hal yang perlu diperhatikan mencakup konsistensi rasa, kemasan, masa simpan, dan kemudahan distribusi.
   

5. Racikan Kopi dengan Rasa yang Tidak Biasa


Pelanggan yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda membuka peluang untuk berkreasi dengan bahan di luar campuran kopi pada umumnya. Contohnya, latte miso karamel yang memadukan rasa gurih dan manis, atau kopi dengan pistachio asin.

Eksplorasi rasa seperti ini dapat menjadi ciri khas sebuah kedai. Pelaku usaha bisa mengembangkan menu musiman atau membuat racikan khusus yang tidak mudah ditemukan di tempat lain.

Namun, menu baru tetap perlu disesuaikan dengan selera target pelanggan. Uji coba dalam jumlah terbatas bisa membantu pelaku usaha mengetahui apakah kombinasi rasa tersebut benar-benar diminati sebelum menjadikannya menu tetap.

6. Layanan Langganan Kopi Sesuai Selera


Model bisnis kopi juga bisa dikembangkan melalui layanan berlangganan. Pelanggan menerima kopi secara rutin di rumah, sehingga tidak perlu selalu membeli langsung di kedai atau mencari biji kopi baru sendiri.

Salah satu contohnya adalah Trade Coffee, yang menggunakan kuis preferensi untuk mencocokkan selera pelanggan dengan pilihan kopi dari berbagai penyangrai.

Model ini memberi peluang bagi pelaku usaha untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Misalnya, bisnis dapat menawarkan paket bulanan berisi biji kopi pilihan, menentukan jadwal pengiriman, atau memberikan rekomendasi berdasarkan preferensi rasa.

Agar pelanggan tetap berlangganan, kualitas produk, ketepatan pengiriman, dan kemudahan mengubah pilihan perlu diperhatikan.

7. Bisnis Kopi yang Memperhatikan Keberlanjutan


Tren bisnis kopi juga berkaitan dengan proses produksi, mulai dari kebun hingga produk sampai ke tangan konsumen. Praktik pertanian yang memperhatikan kesehatan tanah dan ekosistem menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian.

Rainforest Alliance dan Nespresso, misalnya, mengembangkan penilaian praktik pertanian regeneratif yang mendukung kesehatan tanah dan ekosistem.

Bagi pelaku usaha, perhatian terhadap keberlanjutan bisa dimulai dengan mencari informasi tentang asal biji kopi, mengenali pemasok, dan menjelaskan praktik produksi secara transparan kepada pelanggan.

Pendekatan ini dapat membantu konsumen memahami proses di balik kopi yang mereka nikmati. Namun, setiap klaim tentang keberlanjutan sebaiknya didukung informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.a karakter dan nilai berbeda.

Tujuh tren tersebut menunjukkan bahwa peluang bisnis kopi tidak terbatas pada membuka kedai atau menambah menu baru. Pelaku usaha juga bisa mengembangkan produk siap minum, layanan berlangganan, racikan khas, hingga pendekatan yang lebih transparan terhadap asal bahan baku.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan