Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dokumen Kemenko Perekonomian.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dokumen Kemenko Perekonomian.

Siap-siap, Pemerintah Siapkan Insentif hingga Rp13 Triliun untuk Ramadhan dan Lebaran 2026

Annisa ayu artanti • 29 Januari 2026 21:27
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah menyiapkan insentif Ramadhan dan Idul Fitri 2026 senilai sekitar Rp13 triliun.
  • Paket mencakup diskon transportasi, tarif tol, serta bansos beras dan Minyakita.
  • Insentif diharapkan menjaga daya beli dan kelancaran mudik Lebaran.
Jakarta: Pemerintah bersiap kembali menggelontorkan paket insentif ekonomi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Total anggaran yang disiapkan diperkirakan mencapai sekitar Rp13 triliun, dengan fokus utama menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung kelancaran mobilitas selama periode mudik Lebaran.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan paket kebijakan tersebut akan mencakup berbagai bentuk insentif, mulai dari diskon transportasi, potongan tarif tol, hingga bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng Minyakita.
 
"Kisarannya Rp13 triliun," kata Airlangga di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 29 Januari 2026.
 
Baca juga: Ide Jualan Takjil Modal Receh, Cuan Melimpah! 5 Menu Satset Ini Pasti Ludes

Fokus jaga daya beli dan kelancaran mudik

Airlangga menjelaskan, insentif Ramadhan dan Idul Fitri dirancang untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas ekonomi dan pergerakan masyarakat yang biasanya meningkat signifikan menjelang dan saat Lebaran.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu menahan tekanan biaya perjalanan dan kebutuhan pokok, sehingga konsumsi rumah tangga tetap terjaga selama periode hari besar keagamaan.
 
Menurut Airlangga, skema serta besaran paket insentif Lebaran tahun ini diperkirakan lebih besar dibandingkan periode sebelumnya. Pemerintah juga masih mematangkan sejumlah kebijakan tambahan yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
 
"Seperti sebelumnya. Kemudian mungkin jumlahnya (insentif) akan lebih banyak, akan lebih besar," ujarnya.
 
Sekadar informasi, kebijakan diskon transportasi sebelumnya telah diterapkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 dan dinilai efektif mendorong mobilitas serta menjaga momentum aktivitas ekonomi nasional.
 
Realisasi program diskon transportasi saat Nataru dinilai melampaui target di sejumlah moda.
 
Di sektor kereta api, diskon 30 persen tiket kereta ekonomi komersial yang dikelola PT Kereta Api Indonesia berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 untuk 156 kereta reguler dan 26 kereta tambahan. Dari target 1,5 juta penumpang, realisasinya mencapai 1,7 juta penumpang atau 112,6 persen.
 
Lalu, pada angkutan laut PT PELNI memberikan diskon tarif 20 persen dari tarif dasar di luar asuransi dan pas pelabuhan pada 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 di 25 kapal penumpang seluruh trayek. Realisasi penumpang menembus lebih dari 406 ribu orang atau sekitar 100 persen dari target 405 ribu penumpang.
 
Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan diskon jasa pelabuhan hingga 100 persen atau setara sekitar 19 persen tarif terpadu rata-rata di 16 pelabuhan dan delapan lintasan selama periode yang sama. Realisasi tercatat sekitar 206 ribu penumpang atau 90,9 persen dari target dan 465 ribu kendaraan atau 94,5 persen dari target.
 
Di sektor penerbangan, insentif diberikan melalui skema PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk tiket kelas ekonomi, diskon fuel surcharge, pemotongan biaya jasa kebandarudaraan, serta perpanjangan jam operasional bandara. Kebijakan ini menurunkan harga tiket pesawat sekitar 13-14 persen, dengan realisasi penumpang mencapai 3,7 juta orang atau 104,2 persen dari target 3,5 juta penumpang.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan