Menteri Perdagangan M Lutfi - - Foto: dok Kemendag
Menteri Perdagangan M Lutfi - - Foto: dok Kemendag

Mendag Puas Perdagangan RI-Tiongkok Tumbuh Pesat

Husen Miftahudin • 18 Januari 2022 20:58
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meluapkan kegembiraannya kala Indonesia berhasil mencetak sejumlah rekor perdagangan di sepanjang 2021. Salah satu penopangnya adalah pesatnya perdagangan antara Indonesia dengan Tiongkok.
 
"Kita bersyukur karena perdagangan kita dengan Tiongkok tahun ini tumbuh pesat sekali, dimana pada tahun ini kita defisit USD2,45 miliar. Ini merupakan yang terendah sejak ditandatanganinya ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA)," ungkap Lutfi dalam konferensi pers virtual, Selasa, 18 Januari 2022.
 
Dirinci lebih lanjut, nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok pada 2021 mencapai USD53,78 miliar atau tumbuh sebesar 69,22 persen (yoy), sedangkan nilai impornya sebanyak USD56,23 miliar atau naik 41,87 persen (yoy). Sehingga, neraca perdagangan Indonesia-Tiongkok pada 2021 tercatat defisit sebesar USD2,45 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Angka defisit neraca perdagangan USD2,45 miliar ini mengalami perbaikan sebesar 68,84 persen dibandingkan dengan defisit perdagangan RI-Tiongkok pada tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak USD7,85 miliar.
 
"Jadi ini adalah (defisit neraca perdagangan) yang terendah, dan ini merupakan defisit kita yang terendah dimana angkanya hanya sepertiga dari tahun lalu yang mencapai USD7,85 miliar yang sebenarnya juga terendah karena sebelumnya pada 2019 itu (defisit perdagangannya) lebih dari USD15 miliar," terangnya.
 
Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor besi dan baja asal Indonesia yang menyumbang 61 persen dari total ekspor besi dan baja RI pada 2021. Selain itu, ekspor produk minyak sawit atau crude palm oil (CPO) dan turunannya ke Tiongkok juga berkontribusi besar, yakni mencapai 20,5 persen.
 
Sedangkan, Indonesia sendiri mengimpor aneka produk asal Tiongkok dengan nilai USD56,23 miliar. Angka ini mengalami kenaikan 41,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya dimana impor aneka produk-produk Tiongkok oleh Indonesia sebesar USD39,63 miliar.

 
Lutfi melanjutkan, surplus perdagangan terbesar terjadi pada Amerika Serikat (AS) yang tumbuh 44,63 persen (yoy) menjadi USD14,52 miliar. Perdagangan Indonesia-Filipina juga tercatat surplus sebanyak USD7,33 miliar atau tumbuh 38,08 persen (yoy), utamanya ditopang oleh kenaikan ekspor otomotif.
 
"Perdagangan Indonesia-Filipina ini sebagian besar atau sepertiga dari USD7,33 miliar ini datang dari ekspor otomotif kita. Kita juga melihat bahwa kita surplus dengan Vietnam sebesar USD2,64 miliar atau tumbuh 45,70 persen (yoy)," tutup Lutfi.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif