Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: dok Kementan.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Foto: dok Kementan.

Mentan Ajak Ribuan Petani Antisipasi Krisis Pangan Global

Ade Hapsari Lestarini • 25 Juni 2022 21:34
Maros: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan komitmennya dalam memantapkan penguatan komoditi lokal untuk kemandirian pangan. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan petani serta mengantisipasi krisis pangan global yang sedang melanda dunia.
 
Mentan mengajak semua pihak bersama berkontribusi terhadap upaya pencapaian ketahanan pangan. Menurutnya, setiap kepala daerah untuk memperkuat lumbung-lumbung pangan dan cadangan pangan untuk ketahanan pangan daerah.
 
"Untuk itu diperlukan pemetaan potensi unggulan daerah, termasuk potensi komoditas lokal, sehingga akan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani," tegas Mentan saat membuka kegiatan Pra Penas Petani Nelayan 2022 di Maros, Sulsel, Sabtu, 25 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Momen Pra Penas 2022 yang dihadiri berbagai kalangan, mulai dari petani yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani), penyuluh, hingga peneliti bidang pertanian, Mentan Syahrul menekankan agar semua pihak bersama pemerintah menghadapi ancaman krisis pangan.
 
Baca juga: Menko Airlangga: RI Siap Bantu Penanganan Krisis Pangan dan Energi Dunia!

"Pertanian modern harus diperkuat, langkah extraordinary harus dilakukan. Smart farming, pemanfaatan inovasi teknologi di era Revolusi Industri 4.0 seperti pemanfaatan Internet of Things (IoT), Drone, Robot Construction, Artificial Intelegent (AI)," tambahnya.
 
Kegiatan Pra Penas Petani Nelayan 2022 ini merupakan forum pertemuan pendahuluan sebelum acara Penas Petani Nelayan XVI yang direncanakan diselenggarakan pada 2023 di Provinsi Sumatra Barat.
 
Setidaknya lebih dari 5.000 orang hadir dalam kegiatan ini, dengan tujuan meningkatkan motivasi serta gairah petani, nelayan, petani hutan, serta masyarakat pelaku agrobisnis dalam pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui kemitraan yang saling menguntungkan.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif