Industri batik. Foto : Medcom.id.
Industri batik. Foto : Medcom.id.

Menperin: Industri Batik Jadi Andalan Implementasi Peta Jalan Making Indonesia 4.0

Ekonomi batik Kementerian Perindustrian Revolusi Industri 4.0
Husen Miftahudin • 06 Oktober 2021 15:59
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri batik menjadi sektor andalan dalam pengimplementasian peta jalan Making Indonesia 4.0. Sebab industri batik ini termasuk sektor yang banyak membuka lapangan kerja di Indonesia.
 
"Sektor ini didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM) dan telah menyerap tenaga kerja sebanyak 200 ribu orang dari 47 ribu unit usaha yang tersebar di 101 sentra wilayah Indonesia," ucap Agus dikutip dari siaran persnya, Rabu, 6 Oktober 2021.
 
Menurut Agus, industri batik mendapat prioritas pengembangan karena dinilai mempunyai daya ungkit besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Industri batik kita mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan produknya telah diminati pasar global," ungkapnya.
 
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, ekspor batik pada 2020 mencapai USD532,7 juta, dan selama periode kuartal I-2021 mampu menembus USD157,8 juta.
 
"Industri batik telah berperan penting bagi perekonomian nasional dan berhasil menjadi market leader pasar batik dunia," ujar Agus.
 
Menurutnya, pembangunan industri batik di Indonesia harus berorientasi pada arah pembangunan industri yang mandiri dan berdaulat, yaitu pembangunan industri yang mengoptimalkan kehadiran sumber daya dalam negeri selaku stakeholder pembangunan.
 
"Industri yang maju dan berdaya, yaitu industri yang memiliki keunggulan daya saing dan penguasaan pasar serta mampu memanfaatkan keunggulan kompetitif pada kehadiran teknologi saat ini. Sementara itu, industri yang berkeadilan dan inklusif, yaitu industri yang manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh kalangan masyarakat," jelas dia.
 
Meski saat ini masih dalam kondisi yang belum cukup ideal untuk menjalankan aktivitas, bukan berarti produktivitas dan kreativitas harus berhenti. Agus pun menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan acara Puncak Peringatan Hari Batik Nasional 2021.
 
"Selain sebagai perayaan tahunan Hari Batik Nasional, acara ini juga dapat menjadi wadah sinergi bersama bagi para pemangku kepentingan yang terkait dengan industri kerajinan dan batik untuk hadir bersama dan turut bersinergi membangun industri kerajinan dan batik yang mandiri, berdaulat, maju, berdaya saing, berkeadilan, dan inklusif," imbuhnya.
 
Ia berharap, pembinaan kepada para pelaku IKM batik terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Sebab, dengan jumlahnya yang besar dan merata di seluruh penjuru tanah air, industri batik bisa menjadi penggerak perekonomian daerah dan berpotensi menjadi pengungkit industri kecil dan menengah lainnya.
 
"Saya juga berharap, kegiatan pembinaan tenant baru di bidang batik melalui program Innovating Jogja yang telah diselenggarakan beberapa tahun ini, bisa memberikan dampak besar serta turut menumbuhkan wirausahawan industri baru di bidang batik dari semua kalangan," pungkas Agus.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif